Beranda Berita Nasional BRIN: Riset Harus Berdampak Nyata dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

BRIN: Riset Harus Berdampak Nyata dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

49
0
Dok. BRIN, foto: Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si.

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penguatan kolaborasi riset di bidang kimia dan material untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan industri, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. mengatakan, riset tidak cukup berhenti pada publikasi ilmiah atau penemuan di laboratorium, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Riset tidak seharusnya berakhir dengan publikasi sains atau penemuan laboratorium. Riset juga seharusnya menciptakan dampak,” kata Arif dalam sambutannya pada konferensi internasional ISAC-ICCAP 2026, Rabu (14/10/2026).

Menurut Arif, tantangan global seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, transisi energi, keterbatasan sumber daya, serta meningkatnya kebutuhan material dan proses industri berkelanjutan membutuhkan solusi berbasis sains dan teknologi.

Untuk itu, kolaborasi lintas disiplin, institusi, sektor, dan negara diperlukan agar hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi teknologi, produk, serta solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dia menjelaskan, riset kimia dan rekayasa material memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi industri. Pengembangan material, katalis, polimer, pemanfaatan biomassa, energi terbarukan, dan rekayasa proses berkelanjutan dinilai berpotensi menghasilkan inovasi yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.

Ia menambahkan, konferensi ilmiah internasional menjadi wadah bagi peneliti, akademisi, pelaku industri, pembuat kebijakan, dan ilmuwan muda untuk bertukar pengetahuan, membangun jejaring, serta menjajaki peluang kolaborasi.

“Kolaborasi antara institusi riset, universitas, pemerintah, industri, dan mitra internasional akan memungkinkan penemuan sains bergerak lebih efektif dari laboratorium ke teknologi, produk, dan solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Arif menegaskan, BRIN terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang terbuka serta kolaboratif. Menurutnya, keberhasilan riset juga perlu dilihat dari kontribusinya terhadap kemajuan teknologi, daya saing industri, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap ISAC-ICCAP 2026 tidak hanya menjadi forum pertukaran pengetahuan, tetapi juga menghasilkan gagasan baru, memperkuat kemitraan ilmiah, dan membuka peluang kerja sama riset yang berdampak bagi Indonesia maupun komunitas global. (Shiddiq)