Beranda Korporasi Hari Lingkungan Hidup Sedunia, IWIP Hadirkan Sanctuary Park

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, IWIP Hadirkan Sanctuary Park

107
0
Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He, didampingi GM HSE IWIP, Iwan Kurniawan, menandatangani prasasti Sanctuary Park IWIP (Foto: Dok IWIP)
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-International-Critical-Minerals-Summit-Indonesia-2026-1024x341.jpg

NIKEL.CO.ID, HALMAHERA TENGAH — PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) meresmikan Sanctuary Park, kawasan konservasi seluas 11 hektare di Weda Bay Project, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Peresmian yang bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 ini menjadi wujud komitmen IWIP dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di kawasan operasional.

Sanctuary Park dikembangkan sebagai kawasan konservasi untuk mendukung perlindungan flora dan fauna yang berada di area pelepasan kawasan hutan, sesuai perizinan dan ketentuan yang berlaku. Nantinya, kawasan konservasi ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi karyawan, investor, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mengenal lebih dekat kekayaan hayati Halmahera yang hidup berdampingan dengan kawasan industri. 

Sanctuary Park IWIP (Foto: Dok IWIP)

Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He, mengatakan, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan merupakan landasan utama dalam menjalankan operasional perusahaan.

“Seluruh aktivitas industri berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta mampu menjawab ekspektasi global terhadap praktik usaha yang bertanggung jawab. Karena itu, perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kawasan industri Weda Bay,” ujarnya, sebbagaimana siaran pers IWIP yang diterima redaksi, Jumat (12/6/2026). 

Di dalam Sanctuary Park terdapat sejumlah zona konservasi yang mencakup area tanaman endemik, penangkaran berbagai jenis burung, kupu-kupu, reptil, termasuk ular dan buaya, serta habitat bagi satwa lokal lainnya. Beberapa spesies yang dapat dijumpai di kawasan ini, antara lain kasturi ternate, nuri pipi merah, soa-soa layar, dan gagak halmahera.

Selain fauna, Sanctuary Park juga menjadi lokasi pelestarian berbagai flora endemik Maluku Utara, di antaranya Ardisia ternatensis, Microcos ceramensis, Piper caducibracteum, Jasminum zippelianum, serta berbagai jenis anggrek dan tumbuhan hias lokal, seperti Bulbophyllum sp., Malaxis sp., dan Plocoglottis sp.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

General Manager Health, Safety, and Environment (HSE) PT IWIP, Iwan Kurniawan, mengungkapkan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum untuk memperkuat upaya perlindungan lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati.

“Pengelolaan lingkungan tidak hanya dilakukan melalui pemantauan dan pemenuhan regulasi, tetapi juga melalui upaya nyata untuk menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati. Kehadiran Sanctuary Park merupakan bagian dari upaya tersebut, sekaligus menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan flora dan fauna endemik Halmahera,” katanya.

Dalam pengelolaan dan pengawasan Sanctuary Park, IWIP bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku Utara guna memastikan penerapan prinsip-prinsip konservasi yang sesuai dengan ketentuan serta standar perlindungan satwa dan tumbuhan.

Melalui Sanctuary Park, IWIP berharap dapat berkontribusi pada upaya pelestarian keanekaragaman hayati Halmahera sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Maluku Utara. (Li Han)

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg