
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – XCMG resmi mengoperasikan pabrik energi baru pertamanya di luar negeri yang berlokasi di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Senin (27/7/2026). Peresmian fasilitas tersebut ditandai dengan penyerahan batch pertama peralatan energi baru kepada mitra strategis IWIP, sekaligus menjadi tonggak baru kerja sama industri Indonesia–Tiongkok di sektor manufaktur hijau.
Vice President Director of XCMG, Song Zhike, mengatakan, Basis Manufaktur Energi Baru XCMG Indonesia merupakan langkah strategis perusahaan dalam mempercepat ekspansi global sekaligus pengembangan industri hijau.

“Basis Manufaktur Energi Baru XCMG Indonesia mengintegrasikan manufaktur unit lengkap, penelitian dan pengembangan yang disesuaikan dengan kondisi operasional lokal, serta layanan purnajual lokal secara terpadu. Fasilitas ini secara signifikan mempersingkat waktu pengiriman serta mampu memenuhi kebutuhan berbagai sektor di Indonesia secara lebih tepat, mulai dari pertambangan, pembangunan infrastruktur, hingga logistik kawasan industri,” ujar Song Zhike dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).
Pada peresmian tersebut, XCMG juga meluncurkan wheel loader listrik murni XC968-EV yang menggunakan sistem penggerak motor ganda terintegrasi. Dibandingkan alat berat berbahan bakar fosil pada kelas tonase yang sama, alat ini diklaim mampu menekan biaya operasional sekitar 78% dan biaya perawatan hingga 60%.

Selain itu, setiap unit disebut dapat mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 150 ton per tahun sehingga dinilai mendukung pengembangan tambang hijau dan kawasan industri rendah karbon di Indonesia.
Song Zhike mengatakan, fasilitas manufaktur tersebut akan menjadi pusat produksi alat berat listrik, penelitian dan pengembangan berbasis kebutuhan lokal, serta layanan purna jual. XCMG juga mengembangkan sistem ekonomi sirkular melalui pengelolaan peralatan bekas dan remanufaktur komponen untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya industri.
Menurut dia, hampir 80% tenaga kerja XCMG Indonesia saat ini merupakan karyawan lokal. Perusahaan juga terus memperluas kesempatan kerja sekaligus mengembangkan talenta Indonesia yang memiliki kompetensi teknis.

Kolaborasi XCMG dan IWIP diwujudkan melalui sinergi teknologi, manufaktur, dan pasar. Sejak penandatanganan kerja sama, kedua pihak hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah tahun hingga pabrik selesai dibangun dan mulai beroperasi.
Perwakilan pelanggan menyatakan kehadiran fasilitas produksi di Indonesia memberikan manfaat langsung terhadap operasional perusahaan.
“Kini peralatan energi baru telah diproduksi secara lokal. Selain lebih sesuai dengan kebutuhan operasional rendah karbon kami, respons layanan juga menjadi lebih cepat, sehingga secara nyata membantu kami meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional,” ujar perwakilan pelanggan.

Selama lebih dari tiga dekade beroperasi di Indonesia, XCMG telah membangun 32 jaringan penjualan, 53 jaringan layanan, lebih dari 120 kendaraan layanan profesional, serta sistem pengelolaan suku cadang tiga tingkat yang mendukung lebih dari 30.000 unit alat berat XCMG di Tanah Air.
Dia menegaskan, beroperasinya pabrik tersebut melengkapi rantai industri XCMG di Indonesia, mulai dari penelitian dan pengembangan, manufaktur, pasokan, penjualan, layanan, hingga dukungan pembiayaan.
“Dengan beroperasinya pabrik manufaktur energi baru ini, XCMG Indonesia berhasil mewujudkan rantai industri terintegrasi yang mencakup penelitian dan pengembangan, manufaktur, pasokan, penjualan, layanan, serta dukungan pembiayaan. Kehadiran peralatan energi baru yang diproduksi secara lokal menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur hijau yang berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia,” katanya. (Shiddiq)











































