
NIKEL.CO.ID, JAKARTA- Transisi Energi menjadi agenda nasional yang digagas pemerintah Indonesia demi menjaga ketahanan energi dan mewujudkan ekonomi hijau.
Transisi energi juga menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperluas akses terhadap teknologi yang terjangkau dan bersih guna mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan lebih hijau.
Dalam Pidato Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (16/8/2024), Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan, transisi energi ini butuh investasi yang besar.
Selain itu, ia mengatakan, Indonesia perlu secara bertahap untuk mengurangi penggunaan energi fosil serta beralih ke energi baru dan terbarukan.
“Di bidang energi, Indonesia telah berkomitmen secara bertahap menekan emisi gas rumah kaca dengan mengurangi porsi penggunaan energi fosil dan mulai beralih pada energi baru dan terbarukan,” kata Bamsoet.
“Transisi energi ini merupakan pekerjaan besar, yang membutuhkan investasi sangat besar, dan tidak akan tuntas hanya dalam tiga sampai lima tahun,” lanjutnya.
Dia juga mengatakan, strategi hilirisasi industri sudah memberikan hasil positif berupa nilai investasi pada industri pengolahan mineral yang meningkat pesat.
“Nilai ekspor nikel juga tumbuh sangat tinggi, yang membuat Indonesia menjadi negara penghasil nikel terbesar nomor satu di dunia,” tuturnya. (Lili Handayani)
Perkembangan cerita ini
Topik Bambang Soesatyo →
- Bamsoet: Hilirisasi Nikel Jangan Berhenti di Produk-Antara, harus Berlanjut hingga Industri EV
- Bambang Soesatyo: Transisi Energi Butuh Investasi Besar sedang Anda baca
- Smelter Nikel Pertama di Sorong akan Segera Dibangun
Agenda industri terdekat
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta
- 4NovKonferensi & Pameran SEMINAR APNI – HEATECH INDONESIA 20264 November 2026 · JIExpo Kemayoran, Hall A2, Conference Room 2
- 10Nov





























