Beranda Berita International Rencana Pengurangan Produksi Nikel Indonesia, Harga Nikel LME Naik Hinga US$700

Rencana Pengurangan Produksi Nikel Indonesia, Harga Nikel LME Naik Hinga US$700

Ilustrasi Smelter RKEF (Foto: Istimewa)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Dalam empat sesi perdagangan, Harga nikel di London Metal Exchange (LME) naik hingga lebih dari US$700 hingga harga saat ini melebihi US$16.200 per ton. Hal ini didorong oleh kabar produsen nikel utama asal China di Indonesia, Tsingshan dan Huayou Cobalt, yang berencana untuk mengurangi produksi secara terkoordinasi.

Dilansir dari Yieh.com, Jumat (23/10/2026), akibat El Nino yang berkepanjangan, air di Kawasan Industri Morowali Indonesia juga menjadi dalam operasional lini tungku listrik putar (RKEF), hal ini menjadi salah sau pemicu naiknya harga.

Namun, kelebihan pasokan pasar fundamental terus berlanjut. Indonesia telah merevisi kuota produksi bijih nikel dalam RKAB 2026 menjadi sekitar 290 juta ton. Selain itu, pada bulan September produksi baja tahan karat (stainless steel) China turun 4,97% menjadi 3,555 juta ton, dan untuk produksi Oktober direncanakan turun lagi sebesar 1,16%.

International Nickel Study Group (INSG) merevisi neraca nikel primer global 2026 dari defisit 32.000 ton menjadi surplus 19.000 ton. Analis pasar mengatakan arah harga di masa depan bergantung pada pemotongan produksi yang telah diselesaikan. (mon)