Beranda Berita Nasional IMIP Sedang Berkoordinasi Mengurangi Produksinya

IMIP Sedang Berkoordinasi Mengurangi Produksinya

Smelter PT Huayue Nickel Cobalt, anak usaha Group Huayou Indonesia, (Dok. Huayou Indonesia)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) sedang berkoordinasi untuk mengurangi produksinya secara signifikan. Hal ini disampaikan oleh Managing Direktur Nickel Industries Ltd, Justin Werner kepada analis dalam panggilan konferensi. Justin tidak menyebut besaran pengurangannya.

Mengutip Mining.com, Nickel Industries, perusahaan yang terdaftar di bursa Australia, mengatakan bahwa produsen nikel di Kawasan Industri Morowali (IMIP) Indonesia, akan berkoordinasi dalam pengurangan produksi.

“Akan ada pemangkasan terkoordinasi di seluruh operasi dalam IMIP,” kata Justin tanpa memberikan persentase besaran pemangkasannya. “Yang pasti, yang kita lihat adalah produsen non-terintegrasi adalah pihak yang akan paling menderita.” Lanjutnya.

Nickel Industries Ltd (ASX: NIC) bersama dengan Huayou Cobalt (SHA: 603799) dari China memiliki 10% saham dalam proyek nikel dan kobalt Huayue di IMIP. Adapun pemegang saham utamanya adalah raksasa nikel asal China, Tsingshan Group.

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, dalam pertemuan yang dilaksanakan awal pekan ini, para produsen nikel China itu sedang mempertimbangkan pengurangan produksi secara terkoordinasi, tetapi mereka belum memutuskan besaran atau durasi pengurangan tersebut.

Dari sumber itu, perusahaan sedang mempertimbangkan untuk mengurangi separuh produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), produk setengah jadi yang digunakan untuk membuat untuk membuat baterai kendaraan listrik. Sumber lain menyebut, para eksekutif senior juga mempertimbangkan untuk memangkas produksi Nickel Pig Iron (NPI) sebesar 20%.

Menurut Survei Geologi AS, Indonesia, produsen nikel terbesar di dunia, menyumbang sekitar dua pertiga dari produksi tambang global pada tahun 2025, seiring dengan penurunan harga, pengurangan produksi yang terkoordinasi oleh operator nikel asal China ini dapat memperketat pasokan bahan baku baterai kendaraan listrik dan bahan baku baja tahan karat.

Masih belum jelas apakah pemotongan yang diusulkan akan mempertimbangkan pengurangan yang telah berlangsung di seluruh industri selama beberapa bulan terakhir, kata salah satu sumber.

Kurangnya pasokan sulfur juga telah mendorong pengurangan produksi MHP pada awal tahun ini. (mon)