NIKEL.CO.ID, JAKARTA – PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) memperkuat strategi dekarbonisasi di kawasan smelter Morosi, Sulawesi Tenggara, melalui elektrifikasi kendaraan alat berat dan peralatan penanganan material (material handling). Langkah ini dilakukan untuk mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi energi dalam kegiatan operasional.
Corporate Affairs Manager VDNI, Adam Rumanda, mengatakan pengendalian emisi karbon dan efisiensi energi merupakan faktor kunci dalam strategi dekarbonisasi perusahaan. Upaya tersebut sejalan dengan tujuan jangka panjang Pemerintah Indonesia untuk mengendalikan emisi karbon sektor industri.
“Penerapan elektrifikasi pada armada alat angkut berat dan material handling adalah wujud komitmen VDNI dalam menghadirkan operasional smelter yang lebih hijau. Kami optimistis inisiatif ini mampu mereduksi emisi gas rumah kaca sebesar 43.411 ton pada akhir 2027,” kata Adam dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Adam menjelaskan, program elektrifikasi merupakan bagian dari transformasi logistik hijau VDNI untuk mendukung peralihan menuju industri rendah karbon. Perusahaan yang berada di bawah pengelolaan China First Heavy Industries (CFHI) tersebut akan secara bertahap meningkatkan penggunaan teknologi dan peralatan rendah emisi dengan mempertimbangkan karakteristik serta kebutuhan operasional smelter.
Ke depan, VDNI berencana menambah kendaraan alat berat dan peralatan penanganan material berbasis listrik. Langkah tersebut akan didukung pengembangan fasilitas pengisian dan penggantian baterai serta optimalisasi jadwal penggunaan kendaraan listrik agar operasional berlangsung lebih terstruktur dan efisien.
Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong dekarbonisasi industri nikel. Berdasarkan Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Nikel Indonesia yang disusun Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), pemerintah menargetkan penurunan emisi industri nikel hingga 81% pada 2045 melalui berbagai langkah transformasi, termasuk peningkatan efisiensi energi dan penggunaan teknologi rendah emisi. Melalui elektrifikasi logistik, VDNI menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca dari kegiatan operasional sekaligus mendukung pembangunan industri nikel yang lebih berkelanjutan di Indonesia. (Shiddiq)










































