Kawasan Industri Konawe Ditetapkan Sebagai Proyek Strategis Nasional

NIKEL.CO.ID – Ditetapkannya Kawasan Industri Konawe dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Perpres Nomor 109 tahun 2020 diyakini akan semakin mendongkrak perekonomian Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Ditambah dengan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang masuk dalam Objek Vital Nasional subbidang mineral dan batubara berdasarkan Kepmen No77K/90/MEM/2019.

Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Ignatius Warsito melihat, bahwa keberadaan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) menjadi salah satu penggerak utama wilayah pusat-pusat pertumbuhan industri di Sulawesi Tenggara.

“Realisasi investasi di kawasan tersebut sebesar 47 triliun rupiah dan telah menyerap tenaga kerja dalam catatan kami sebanyak 16.515 orang. Ini menjadi sesuatu yang kita banggakan saat melihat percepatan realisasi investasi di Kawasan Industri Konawe,” ujarnya di Konawe.

Ia melanjutkan, jika merujuk ke data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) selama 5 tahun terakhir kontribusi sektor industri di Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan sebesar 0,93%.

Secara khusus, Kabupaten Konawe sendiri terjadi peningkatan yang sangat signifikan sebesar 18,25%. Dengan catatan tersebut ia menilai bahwa kontribusi produksi nikel PT VDNI akan meningkat sebesar 4 persen dalam beberapa tahun ke depan.

“Kalau melihat dari kontribusi tadi, saya pikir cukup signifikan juga secara nasional sekitar 15%,” lanjut Ignatius.

Kawasan industri yang didesain sebagai kawasan berbasis smelter feronikel ini, menurutnya akan membuat industri pengolahan dan pemurnian berbasis nikel akan semakin menggeliat di Indonesia. Hal ini menurutnya, sejalan dengan program peningkatan nilai tambah sumber daya alam di Indonesia.

“Seiring dengan peningkatan investasi yang masuk ke Indonesia, terlebih lagi industri smelter inilah yang berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Diharapkan Virtue Dragon mampu menjadi pusat industri berbasis stainless steel berkelas dunia,” paparnya.

Selain itu, dalam kunjunganya, Ignatius melihat ada beberapa tantangan berupa kebutuhan infrastruktur yaitu peningkatan akses jalan menuju kawasan industri dan percepatan perizinan SIPA atau untuk air baku yang sampai saat ini belum terbit.

Karena itu pihaknya dari Kementerian perindustrian sudah mendata dan bersama Balai pengelolaan jalan nasional, selain itu PUPR telah melihat langsung kendala tersebut.

“Kami segera akan melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR untuk diserahkan, baik jalan menuju kawasan maupun untuk penyediaan air baku tersebut,” pungkasnya.

Sumber: SindoNews.com

Read More

Diduga Edarkan Sabu, Polda Sultra Tangkap Tiga Karyawan VDNI

NIKEL.CO.ID – Tim Operasional Subdit 2 Direktorat Reserse dan Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara membekuk tiga karyawan tambang nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe Sultra, diduga mengedarkan narkotika golongan I jenis sabu-sabu.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sultra Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman, mengungkapkan ketiga tersangka, yakni FM (34) FP (26) dan A (26). Dari ketiga tersangka dua ditangkap di indekos Desa Puruy dan satu di mess China area pertambangan PT VDNI pada Sabtu (3/10) pukul 14.30 Wita.

“Ketiga tersangka bekerja sebagai driver dump truck PT VDNI. Total barang bukti (yang disita) 11 paket (narkotika jenis sabu) berat 5,03 gram,” kata Kombes Eka melalui rilis Ditresnarkoba Polda Sultra, Ahad.

Kombes Eka menjelaskan, penangkapan ketiga tersangka berawal dari adanya laporan masyarakat, bahwa di TKP sering terjadi transaksi Narkotika jenis Sabu.

“Selanjutnya tim langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka FM dan satu orang temannya FP di rumah kostnya Kost 98 Kamar Nomor 32. Sast dilakukan penggeledahan, tim berhasil menemukan dua paket narkotika jenis sabu dalam penguasaan FM,” jelas Kombes Eka.

Kata Kombes Eka, dari keterangan kedua tersangka, mengaku masih menyimpan sabu sebanyak dua paket di rumah indekos tersangka FP. Kemudian tim melakukan penggeledahan, ternyata benar pihaknya berhasil menemukan sabu sebanyak dua paket disimpan dalam dompet tersangka FP.

“Dari hasil interogasi, bahwa tersangka FM juga telah memberikan Narkotika jenis sabu sebanyak 5 gram kepada temannya tersangka A. Kemudian tim melakukan pengembangan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap A yang berada di mess Blok 33 Kamar 3, dan berhasil menemukan tujuh paket narkotika jenis sabu,” tutur Kombes Eka.

Dari tiga TKP, aparat berhasil menyita 5,03 gram narkotika jenis sabu dengan rincian TKP pertama di kamar indekos 98 kamar Nomor 32 Desa Puruy dengan BB 1,59 gram, kemudian TKP kedua indekos Hijau Desa Puruy dengan BB 1.28 gram sabu-sabu, selanjutnya TKP ketiga di Mess China Blok 33 Kamar 3 dengan BB tujuh paket narkotika jenis sabu berat brutto 2.16 gram.

“Modus operandi tersangka mengedarkan narkotika jenis sabu dengan cara sebelumnya memperoleh narkotika jenis sabu dari temannya yang merupakan jaringan bandar di Kota Kendari, kemudian melakukan penjualan kepada para pemakai di Kecamatan Morosi,” ujar Kombes Eka.

Saat ini ketiga tersangka dan barang bukti berada di Mako Ditresnarkoba Polda Sultra untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. Ketiga dijerat pasal 132 juncto pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Sumber: ANTARA

Read More