
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Kegiatan eksplorasi harus dipandang sebagai investasi strategis jangka panjang, bukan sekadar biaya untuk menjamin keberlanjutan industri pertambangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan mineral global.
Hal itu dikemukakan oleh Ketua Umum Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI), Rosalyn Wullandhary, dalam sambutannya pada acara MGEI CEO Forum 2026, di Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).

“Namun, sumber daya alam saja tidak cukup. Tanpa eksplorasi, tidak akan ada penemuan. Oleh karena itu, kita harus mengubah cara pandang kita. Eksplorasi bukanlah sebuah biaya, melainkan investasi strategis jangka panjang bagi pembangunan nasional,” ujar Rosalyn.
Potensi geologi Indonesia yang besar, katanya menekankan, harus diimbangi dengan penguatan kegiatan eksplorasi agar mampu mendukung posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok mineral global, khususnya untuk komoditas seperti nikel, emas, bauksit, batu bara, dan mineral kritis lainnya.

“Indonesia berkembang dengan potensi geologis yang luar biasa, seperti emas, kapur, nikel, batu bara, bauksit, dan banyak mineral kritis yang penting untuk transisi energi global. Saat ini, Indonesia memiliki posisi strategis di mineral global sebagai salah satu negara dengan sumber daya dan produksi terbesar serta menjadi rumah bagi berbagai komoditas utama,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti perlunya dukungan kebijakan, insentif investasi, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, industri, investor, dan kalangan teknis untuk memperkuat ekosistem eksplorasi nasional.
“Untuk mengembangkan kekayaan mineral berikutnya, kita membutuhkan eksplorasi yang lebih kuat, insentif yang memadai, investasi yang lebih kompetitif, iklim regulasi yang mendukung, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah, industri, investor, dan kalangan teknis,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran perusahaan eksplorasi skala kecil sebagai pelopor dalam membuka peluang penemuan baru dan membangun portofolio aset masa depan. Menurutnya, kelompok ini memiliki peran strategis dalam mendorong aktivitas eksplorasi di wilayah-wilayah baru yang belum banyak tersentuh, sekaligus membantu memperluas basis data dan informasi geologi.
“Kita juga harus mendukung perusahaan eksplorasi junior sebagai pionir utama dalam penemuan baru, mengembangkan frontier baru, mengambil risiko di tahap awal, serta membangun pipeline untuk aset berkelas dunia di masa depan,” pungkasnya. (Tubagus)













































