Beranda Berita Nasional Tak Cukup Andalkan Cadangan, Kualitas Pengolahan Jadi Kunci Daya Saing Nikel Indonesia

Tak Cukup Andalkan Cadangan, Kualitas Pengolahan Jadi Kunci Daya Saing Nikel Indonesia

Director and Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer of PT Vale Indonesia Tbk., Budi Awansyah (Foto Vale)
Oleh Fithrotul Uyun

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Masa depan industri nikel Indonesia dapat berkelanjut jika dibangun di atas fondasi hijau dan teknologi rendah karbon. Besarnya cadangan nikel tidak menjadi penentu menguatnya posisi Indonesia di dalam pasar mineral kritis. Tetapi, kualitas pengolahan industri yang seimbang dengan prinsip lingkungan dan dekarbonisasi juga sebagai penentu.

Hal tersebut ditegaskan Director and Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer of PT Vale Indonesia Tbk., Budi Awansyah, pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ke-30 atau Conference of the Parties Ke-30 (COP30),di Belém, Brasil, Senin (24/11/22025)

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Budi mengatakan, cadangan nikel yang besar tidak menjamin Indonesia berpengaruh di rantai pasok karena yang lebih dibutuhkan adalah cara industri dikelola, sehingga perlunya standar operasional yang kuat untuk memenuhi tuntutan pasar Internasional.

“Kontribusi Indonesia tidak bisa hanya diukur dari besarnya cadangan mineral kritis,” katanya dalam konferensi tingkat tinggi tersebut.

https://events.minviro.com/decarbonisation-workshop-apac-2025?hs_preview=GJvcVbTU-272478457024

Indonesia, katanya lebih lanjut,  saat ini memang memiliki lebih dari 40% cadangan nikel dunia sehingga Indonesia dinobatkan sebagai pusat strategis dalam rantai pasok kendaraan. Akan tetapi, persepsi publik terhadap industri tambang masih dipengaruhi dengan kekhawatiran terhadap perubahan alam, sehingga tranformasi industri hijau sebagai keharusan yang wajib dijalani dengan konsisten dan pengawasan ketat.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Selain itu, ia juga menyampaikan, smelter merupakan salah satu sumber emisi terbesar dalam industri ekstraktif sehingga perlu operasi rendah karbon, efisien energi, dan tata kelola yang ketat agar kepemimpinan Indonesia dalam ekosistem mineral kritis dapat terlihat.

Diketahui, PT Vale Indonesia Tbk. menerapkan sejumlah upaya dekarbonisasi dengan memanfaatkan energi ramah lingkungan, seperti tenaga air, memaksimalkan panas buangan, meningkatkan efisiensi smelter, serta menggunakan gas CO dan hidrogen.

Perusahaan yang merupakan bagian dari Mind Id itu juga melaporkan berbagai kinerja lingkungan yang terukur, termasuk konsumsi air sebanyak 8.498,94 megaliter dengan intensitas 0,12 megaliter per ton nikel, serta penggunaan 510 meter kubik air daur ulang melalui fasilitas Lamella Gravity Settler untuk menghasilkan larutan ferosulfat.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference
https://event.cnfeol.com/en/event/339

Vale juga memanfaatkan kembali limbah B3 senilai 1.453 ton dan 377 ton sing non-B3 untuk menjadi material konstruksi dan lapisan jalan tambang.

“Pemanfaatan air daur ulang dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab menjadi bukti bahwa transformasi rendah karbon sudah berjalan,” paparnya.

Mind Id melalui COP30 menekankan kekuatan Indonesia di sektor mineral kritis terletak pada kapasitasnya mengembangkan rantai pasok berkelas global yang sejalan dengan pencapaian target Net Zero Emission serta komitmen Nationally Determined Contribution (NDC). (Uyun)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik NDC →

  1. WRI Indonesia Gelar Forum, Dorong Penguatan Posisi Indonesia Jelang COP31
  2. Indonesia Luncurkan SRUK untuk Perkuat Tata Kelola Pasar Karbon Nasional
  3. Tak Cukup Andalkan Cadangan, Kualitas Pengolahan Jadi Kunci Daya Saing Nikel Indonesia sedang Anda baca

Agenda industri terdekat

Semua agenda →