Beranda Berita Nasional New Caledonia Buka Peluang Kerja Sama Tambang dan Smelter Nikel dengan Indonesia

New Caledonia Buka Peluang Kerja Sama Tambang dan Smelter Nikel dengan Indonesia

59
0
Member of the Government of New Caledonia in charge of Mines and Energy, former President of the Government of New Caledonia, Alcide Ponga ketika berkunjung ke Sekretariat APNI. (Dok. MNI/Fi Uyun)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — New Caledonia membuka peluang kerja sama dengan Indonesia untuk memperkuat industri nikel global, mencakup kolaborasi perusahaan pertambangan dan smelter, pertukaran pengalaman bisnis, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Member of the Government of New Caledonia in charge of Mines and Energy, former President of the Government of New Caledonia, Alcide Ponga, mengatakan, Indonesia perlu dipandang sebagai mitra strategis dalam industri nikel, bukan hanya sebagai pesaing. Menurutnya, potensi industri nikel Indonesia dapat menjadi peluang untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan.

“Indonesia seharusnya dipandang sebagai mitra dalam bisnis nikel, bukan semata-mata sebagai pesaing,” kata Alcide kepada Media Nikel Indonesia (nikel.co.id) dikutip, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, sebagian kalangan di New Caledonia mungkin melihat Indonesia sebagai pesaing besar yang memiliki kekuatan lebih dominan dalam industri nikel. Tetapi, pendekatan kemitraan dinilai dapat membuka peluang baru bagi kedua pihak untuk mengembangkan bisnis dan memperkuat posisi di pasar global.

“Banyak orang di New Caledonia mungkin menganggap Indonesia sebagai pesaing, bahkan pesaing besar yang lebih kuat daripada New Caledonia,” ujarnya.

Ia menilai, kerja sama antara Indonesia dan New Caledonia juga berpotensi melibatkan Filipina sebagai salah satu negara penting dalam industri nikel. Kolaborasi antarpelaku industri dari negara-negara produsen dinilai dapat memberikan pengaruh terhadap dinamika pasar nikel dunia.

“Saya berpandangan bahwa kerja sama antara kedua negara, mungkin juga dengan Filipina, dapat memberikan pengaruh besar terhadap pasar nikel global,” ucapnya.

Kerja sama tersebut dinilai dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, mulai dari koordinasi strategi bisnis hingga kemitraan langsung antara perusahaan pertambangan dan smelter. Pembahasan bersama juga dapat mencakup peluang-peluang yang dapat dikembangkan untuk memperkuat hubungan industri antarnegara.

Pertukaran pengalaman dalam pengelolaan industri nikel dan pelatihan SDM juga dapat menjadi bidang yang dapat dikembangkan bersama. Kedua pihak juga berpeluang berbagi pengetahuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja serta kualitas hidup masyarakat di wilayah penghasil nikel.

“Ada sejumlah topik yang dapat kami bagikan dan diskusikan bersama, termasuk pengalaman dalam menjalankan bisnis nikel, pelatihan sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, dia menegaskan pentingnya membahas peluang bisnis secara konkret antara Indonesia dan New Caledonia. Penjajakan tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya kemitraan antara perusahaan pertambangan maupun smelter dari kedua pihak.

“Pada akhirnya, kami juga perlu membicarakan peluang bisnis antara Indonesia dan New Caledonia,” pungkasnya. Melalui penguatan komunikasi dan penjajakan kerja sama, Indonesia dan New Caledonia berpeluang membangun hubungan industri yang tidak hanya bertumpu pada persaingan produksi, tetapi juga pada pertukaran pengetahuan, pengembangan SDM, dan penciptaan peluang bisnis yang saling menguntungkan. (Fi Yun)