Beranda Berita Nasional Indonesia Kaya Nikel, Siap Produksi Baterai Mobil Listrik

Indonesia Kaya Nikel, Siap Produksi Baterai Mobil Listrik

Oleh Admin

NIKEL.CO.ID – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyatakan Indonesia sangat siap menjadi produsen baterai kendaraan listrik. Hal ini mengacu ketersediaan berlimpah nikel, material inti pembuatan baterai, yang merupakan salah satu komponen termahal di kendaraan listrik.

Menurut Agus Indonesia memiliki sumber daya alam yang cukup untuk itu, bahkan dia bilang Indonesia adalah negara yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.

Iklan
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

 

“Ini didukung kemampuan Indonesia dalam menyiapkan sumber daya cadangan nikel terbesar di dunia,” kata Agus di seminar online Investor Daily Summit 2021, Rabu (14/7/2021).

Saat ini permintaan kendaraan listrik terus meningkat dan diperkirakan tumbuh sekitar 55 juta unit di dunia pada 2040. Sejalan itu kebutuhan baterai lithium juga meningkat yang diramalkan akan ada kapasitas lebih dari 500 GWh untuk kendaraan listrik pada 2030.

Iklan
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Ia mengatakan dari sana terlihat permintaan baterai akan semakin besar, begitu pula dengan bahan baku pembuatannya. Dari situlah Indonesia dianggap berpeluang menjadi pemain industri besar.

“Melalui program ini baterai akan jadi komponen paling berharga yang mewakili 35 persen dari biaya pembuatan EV,” katanya.

“Dan meningkatnya penggunaan baterai juga mendorong permintaan bahan bakunya, ada nikel, kobalt, hingga mangan. Dan pemilik sumber baku baterai akan memegang peranan penting untuk ekosistem pengembangan EV,” kata Agus.

Iklan
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Agus menambahkan saat ini juga sudah ada sembilan perusahaan di Indonesia yang berkonsentrasi terhadap industri kendaraan listrik, empat di antaranya adalah produsen baterai dan lima pemasok bahan baku.

“Dengan demikian Indonesia mampu mendukung rantai pasokan baterai mulai bahan baku, kilang, manufaktur perakitan dan manufaktur EV, hingga daur ulang,” kata Agus.

4 produsen baterai:

ABC Everbright
International Chemical Industry
Panasonic Gobel
Energizer PP

5 pemasok bahan baku baterai:

Huayue Nickel Cobalt
– Pure Ni: 60 ribu ton per tahun
– Pure Co: 7.800 ton per tahun

QMB New Energy Material
– Pure Ni 50 ribu ton per tahun
– Pur Co 4 ribu ton per tahun

Weda Bay Nickel
– NiCo Hydroxide 60 ribu ton per tahun
– FeNi 120 ribu ton per tahun
– FeCr 300 ribu ton per tahun

Halmahera Persada Lygend
– MHP (Mixed Hydroxide Precipitate)
– Pure Ni 37 ribu ton per tahun
– Pur Co 4 ribu ton per tahun

Smelter Nikel Indonesia:
– MHP (Mixed Hydroxide Precipitate) 76.500 ton per tahun

Baca artikel CNN Indonesia “Indonesia Kaya Nikel, Siap Produksi Baterai Mobil Listrik“

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Liputan Khusus Hilirisasi & Smelter Nikel →

  1. Hilirisasi Nikel Harus Lindungi HAM dan Hak Masyarakat Adat
  2. Hilirisasi Mineral Kritis Harus Diiringi Penguatan HAM dan Tata Kelola
  3. Pemerintah Dorong Pengembangan Industri Lanjutan untuk Jaga Stabilitas Harga Nikel
  4. Ekspor Produk Hilirisasi Nikel Naik Meningkat Jadi US$39,2 Miliar
  5. Hingga September 2026, Investasi Hilirisasi Lebih dari US$29 Miliar
  6. Indonesia Kaya Nikel, Siap Produksi Baterai Mobil Listrik sedang Anda baca

Istilah di artikel ini

MHP
Mixed Hydroxide Precipitate
Kamus istilah lengkap →

Agenda industri terdekat

Semua agenda →