Beranda Berita Nasional RI Resmi Resesi, Ini Pernyataan & Ramalan Lengkap Sri Mulyani

RI Resmi Resesi, Ini Pernyataan & Ramalan Lengkap Sri Mulyani

Oleh Admin

NIKEL.co.id – Indonesia dipastikan masuk ke lubang resesi menyusul negara lainnya. Hal ini terlihat dari ramalan perekonomian Indonesia yang akan masuk ke zona negatif pada kuartal III-2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, untuk kuartal III ini, perekonomian diramal akan berada di kisaran minus 2,9% hingga minus 1%. Artinya perekonomian Indonesia kontraksi dua kuartal berturut-turut setelah pada kuartal II-2020 terkontraksi 5,32%.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Sedangkan untuk sepanjang tahun atau full year perekonomian juga diprediksi akan tetap minus 1,7% hingga minus 0,6%. Hal ini lantaran kontraksi akibat pandemi Covid-19 masih akan berlanjut di semester II tahun ini.

“Ini artinya, negatif territory kemungkinan terjadi pada kuartal III dan mungkin juga masih berlangsung untuk kuartal IV yang kita upayakan bisa dekat 0 atau positif,” ujarnya melalui konferensi pers virtual, Selasa (22/9/2020).

Adapun perekonomian kuartal III ini negatif sejalan dengan outlook, sektor penopangnya yang juga masih terkontraksi.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Konsumsi Rumah Tangga minus 3% sampai minus -1,5%

Konsumsi Pemerintah: Positif 9,8%-17%

Investasi : Kontraksi -8,5% sampai -6,6%

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Ekspor : Kontraksi -13,9% sampai -8,7%

Impor : Kontraksi -26,8% sampai -16%.

Berikut pernyataan lengkap Sri Mulyani mengenai ramalan perekonomian RI:

“Kementerian Keuangan melakukan revisi forecast pada bulan September ini, yang sebelumnya kita perkirakan untuk tahun ini adalah -1,1% hingga positif 0,2%. Forecast terbaru kita pada September untuk 2020 adalah kisaran -1,7% sampai -0,6%. Ini artinya, negatif territory kemungkinan akan terjadi pada kuartal III dan mungkin juga masih akan berlangsung untuk kuartal ke IV yang kita upayakan bisa dekat 0% atau positif.

Untuk tahun depan, kita tetap menggunakan sesuai yang dibahas dalam RUU APBN 2021 yakni antara 4,5%-5,5% dengan forecast titiknya di 5,0%. Bagi institusi lain, yang melakukan forecast untuk Indonesia mereka rata-rata berkisar antara 5%-6%. OECD tahun depan prediksi tumbuh 5,3%, ADB sama 5,3%, Bloomberg median view 5,4%, IMF 6,1%, Word Bank di 4,8%

“Nah semua forecast ini semua subject to atau sangat tergantung bagaimana perkembangan kasus Covid dan bagaimana ini akan mempengaruhi aktivitas ekonomi.” unar Menkeu.

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik #Menteri Keuangan Sri Mulyani →

  1. Penerimaan Negara Tumbuh 0,7 Persen, Sri Mulyani: Menarik dan Positif
  2. Indonesia Berpotensi Besar Sebagai Pemain Utama Industri Baterai Mobil Listrik
  3. Punya Cadangan Nikel Terbesar, Sri Mulyani: Indonesia Kini Jadi Pusat Perhatian Dunia
  4. RI Resmi Resesi, Ini Pernyataan & Ramalan Lengkap Sri Mulyani sedang Anda baca

Agenda industri terdekat

Semua agenda →