
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) dapat menjadi acuan harga mineral dan komoditas strategis dalam waktu sekitar tiga tahun. Kehadiran bursa tersebut diharapkan dapat memperkuat transparansi transaksi serta menyediakan data perdagangan yang terintegrasi.
Deputi Komisioner OJK, Henry Rialdi, menyampaikan bahwa penghimpunan data transaksi melalui bursa menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pembentukan referensi harga mineral dan komoditas strategis.
“Yang paling diharapkan adalah seluruh data transaksi, baik yang dilakukan di luar maupun melalui bursa, dapat dihimpun sehingga bursa bisa menjadi semacam single data center yang mencakup volume, harga, dan informasi lainnya. Dengan demikian, price reference atau referensi harga diharapkan dapat terbentuk melalui bursa dalam waktu kurang lebih tiga tahun,” ujar Henry dalam panel Executive Dialogue bertajuk “Urgensi dan Strategi Implementasi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Nasional” di Minerba Convex 2026, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Henry menjelaskan, BMKS diharapkan tidak hanya menjadi sarana perdagangan, tetapi juga berperan dalam menghimpun data transaksi, volume, dan harga komoditas. Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar yang lebih transparan dalam pembentukan referensi harga serta mendukung tata kelola perdagangan mineral dan komoditas strategis.
Dalam pemaparannya, Henry turut menyinggung persoalan transfer pricing dan under-reporting yang menjadi kendala dalam memaksimalkan nilai sumber daya alam Indonesia. Keberadaan bursa diharapkan dapat membantu meningkatkan transparansi transaksi dan memperkuat tata kelola perdagangan mineral dan komoditas strategis.
Pengembangan BMKS juga membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga otoritas terkait. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan kesiapan ekosistem perdagangan, sehingga pelaksanaan transaksi melalui bursa dapat berjalan dengan baik dan mendukung daya saing komoditas Indonesia di pasar internasional. Melalui pengembangan ekosistem perdagangan yang terintegrasi, BMKS diharapkan dapat mendukung terciptanya mekanisme perdagangan mineral dan komoditas strategis yang lebih transparan. Target pembentukan referensi harga dalam waktu sekitar tiga tahun menjadi salah satu sasaran OJK dalam pengembangan bursa tersebut. (Tubagus)
Perkembangan cerita ini
Topik #Bursa Mineral Komoditas Strategis (BMKS) →
- OJK Targetkan Bursa Mineral Jadi Referensi Harga dalam Tiga Tahun sedang Anda baca
- APNI: Bursa Mineral Komoditas Strategis Indonesia Ditargetkan Beroperasi 4 Januari 2027
- APNI: ICOMEX Disiapkan Jadi Acuan Harga Nikel Indonesia Mulai 2027
Agenda industri terdekat
- 2Nov
- 2NovKonferensi & Pameran Minerba Convex 20262–3 November 2026 · CXO Convention Center and Theater, Kuningan, Jakarta
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta























