
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Harga mineral acuan (HMA) nikel kembali menguat pada Agustus 2026 Periode 2 (P2) seiring pasar nikel global yang masih bergerak fluktuatif di tengah dinamika pasokan, permintaan, serta kebijakan industri Indonesia. Berdasarkan data HMA yang disampaikan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), HMA nikel Agustus 2026 P2 ditetapkan sebesar US$16.960/wmt, naik US$314/wmt dibandingkan Agustus P1 yang berada di level US$16.646/wmt.
Jika dibandingkan dengan Juli 2026 P2 sebesar US$16.533,67/wmt, HMA Agustus P2 meningkat US$426,33/wmt. Kenaikan tersebut sekaligus memperpanjang tren penguatan HMA dalam dua periode terakhir. Dari Juli P2 ke Agustus P1, HMA naik sekitar US$112,33/wmt, kemudian kembali bertambah US$314/wmt pada Agustus P2.
Pergerakan harga acuan domestik tersebut berlangsung ketika pasar nikel internasional masih menghadapi volatilitas. Di bursa London Metal Exchange (LME), harga nikel cash settlement pada akhir Juli tercatat US$17.165 per ton, setelah sepanjang Juli bergerak di kisaran sekitar US$16.000 hingga US$17.400 per ton.
Sementara itu, di China, pergerakan harga juga belum sepenuhnya menunjukkan tren satu arah. Data Shanghai Metals Market (SMM) pada 18 Agustus menunjukkan SHFE nikel naik tipis 0,19% pada perdagangan tengah hari. Sehari sebelumnya, SHFE nikel sempat menguat sekitar 1%, tetapi pada 14 Agustus justru terkoreksi 1,12%.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penguatan HMA Indonesia tidak bisa dibaca semata-mata sebagai refleksi kenaikan harga nikel global secara linear. Harga domestik juga dipengaruhi formula HMA-HPM yang berlaku serta perkembangan fundamental industri nikel Indonesia.

HPM Bijih Nikel Ikut Menguat
Kenaikan HMA kemudian tercermin pada penyesuaian harga patokan mineral (HPM) bijih nikel untuk seluruh kadar. Penyesuaian berlaku pada dua kategori, yakni MC 30% (FOB) dan MC 35% (FOB). Perhitungan HPM menggunakan formula sesuai Kepmen ESDM No. 144.K/MB.01/MEM.B/2026, sedangkan pengolahan HPM mengacu pada Kepmen ESDM No. 336.K/MB.01/MEM.B/2026.
Pada kategori MC 30%, harga bijih kadar 1,1% meningkat dari US$44,40/wmt pada Agustus P1 menjadi US$44,88/wmtpada Agustus P2; sementara harga bijih kadar 1,8% naik dari US$79,48/wmt menjadi US$80,62/wmt. Dengan demikian, kenaikan pada kadar 1,1% mencapai US$0,48/wmt, sedangkan kadar 1,8% naik US$1,14/wmt.
Pola yang sama terjadi pada kategori MC 35%. Bijih kadar 1,1% naik dari US$41,23/wmt menjadi US$41,68/wmt, sedangkan kadar 1,8% meningkat dari US$73,80/wmt menjadi US$74,86/wmt. Artinya, kenaikan nominal HPM semakin besar seiring meningkatnya kadar nikel.
Perbandingan harga MC 30% (FOB/wmt)
| KADAR BIJIH NIKEL | CF | Agustus P1 | Agustus P2 | KETERANGAN |
| 1,10% | 25% | US$44,40 | US$44,88 | Naik US$0,48 |
| 1,20% | 26% | US$48,72 | US$49,27 | Naik US$0,55 |
| 1,30% | 27% | US$53,26 | US$53,90 | Naik US$0,64 |
| 1,40% | 28% | US$58,04 | US$58,77 | Naik US$0,73 |
| 1,50% | 29% | US$63,05 | US$63,88 | Naik US$0,83 |
| 1,60% | 30% | US$68,29 | US$69,22 | Naik US$0,93 |
| 1,70% | 31% | US$73,77 | US$74,80 | Naik US$1,03 |
| 1,80% | 32% | US$79,48 | US$80,62 | Naik US$1,14 |
Kenaikan harga pada kategori MC 30% terjadi di seluruh kadar bijih nikel. Bijih dengan kadar 1,1% naik dari US$44,40/wmt menjadi US$44,88/wmt, sedangkan kadar 1,8% meningkat dari US$79,48/wmt menjadi US$80,62/wmt.
Secara nominal, kenaikan terbesar terdapat pada kadar 1,8% sebesar US$1,14/wmt. Sementara itu, kadar 1,1 mencatat kenaikan paling rendah, yakni US$0,48/wmt.
Perbandingan Harga MC 35% (FOB/wmt)
| KADAR BIJIH NIKEL | CF | Agustus P1 | Agustus P2 | KETERANGAN |
| 1,10% | 25% | US$41,23 | US$41,68 | Naik US$0,45 |
| 1,20% | 26% | US$45,24 | US$45,76 | Naik US$0,52 |
| 1,30% | 27% | US$49,46 | US$50,05 | Naik US$0,59 |
| 1,40% | 28% | US$53,89 | US$54,57 | Naik US$0,68 |
| 1,50% | 29% | US$58,54 | US$59,31 | Naik US$0,77 |
| 1,60% | 30% | US$63,41 | US$64,28 | Naik US$0,87 |
| 1,70% | 31% | US$68,50 | US$69,46 | Naik US$0,96 |
| 1,80% | 32% | US$73,80 | US$74,86 | Naik US$1,06 |

HMA Naik di Tengah Pasar Global yang Masih Berfluktuasi
Penguatan HMA Indonesia menjadi menarik karena berlangsung ketika pasar global belum sepenuhnya stabil. SMM mencatat harga nikel China mengalami pergerakan naik-turun sepanjang pertengahan Agustus. Setelah terkoreksi pada 14 Agustus, SHFE nikel kembali menguat pada 17 Agustus dan masih mencatat kenaikan tipis pada 18 Agustus.
Di sisi lain, pasar produk-antara (intermediate products) juga menunjukkan kondisi yang beragam. SMM mencatat rata-rata harga high-grade NPI China turun 2,8 yuan menjadi 1.133 yuan per unit nikel secara mingguan, sementara indeks FOB NPI Indonesia justru naik US$0,13 menjadi US$146,52 per unit nikel. Kondisi tersebut menggambarkan adanya perbedaan dinamika antara pasar China dan Indonesia.
Pasokan juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. SMM sebelumnya melaporkan ekspektasi pemulihan pasokan mulai meningkat, sementara sentimen pasar melemah. Di Indonesia, perkembangan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) dan kemungkinan tambahan kuota produksi menjadi salah satu variabel yang berpotensi mempengaruhi keseimbangan pasokan bijih.
Dengan demikian, kenaikan HMA Agustus P2 menunjukkan bahwa harga acuan domestik masih mendapatkan dukungan dari perkembangan pasar nikel, meski pelaku industri tetap menghadapi risiko volatilitas harga global dan perubahan keseimbangan pasokan.

Bursa Mineral: Momentum untuk Harga Nikel yang Lebih Transparan
Kenaikan HMA ini juga terjadi bersamaan dengan semakin konkretnya rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) di Indonesia. Pemerintah dan DPR sebelumnya menargetkan bursa tersebut mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Pembentukannya merupakan bagian dari revisi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), dengan OJK dipersiapkan untuk menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan terhadap bursa mineral tersebut.
Gagasan tersebut berangkat dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia memiliki kedaulatan lebih besar dalam menentukan harga komoditas strategisnya. Dalam pidatonya di DPR pada Mei 2026, Prabowo secara khusus meminta pemerintah merumuskan harga nikel, emas, serta komoditas tambang lainnya agar dapat ditentukan di dalam negeri.
Jika terealisasi, keberadaan bursa mineral berpotensi memberikan dimensi baru terhadap pembentukan harga nikel Indonesia. Selama ini, harga nikel dunia antara lain mengacu pada LME, sementara Indonesia memiliki basis produksi dan hilirisasi nikel yang sangat besar. Namun, bursa domestik tidak serta-merta membuat harga Indonesia terlepas dari pasar global. Harga internasional tetap menjadi salah satu referensi penting karena nikel Indonesia berada dalam rantai perdagangan global.
Karena itu, tantangannya adalah bagaimana bursa mineral mampu membentuk price discovery yang transparan, mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan domestik, sekaligus tetap kompetitif terhadap harga internasional. Bagi komoditas seperti bijih nikel, mekanisme tersebut juga harus mampu mempertemukan kepentingan penambang dan smelter sehingga harga acuan tidak hanya tinggi di atas kertas, tetapi dapat menjadi dasar transaksi yang benar-benar berjalan di lapangan.

Indonesia Memasuki Babak Baru Pembentukan Harga Nikel
Dengan HMA yang naik dua periode berturut-turut, pasar nikel Indonesia memasuki periode yang menarik. Di satu sisi, harga global masih bergerak fluktuatif. Di sisi lain, pemerintah sedang membangun instrumen baru melalui BMKAS untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pembentukan harga komoditas.
Jika bursa tersebut mampu menghasilkan mekanisme perdagangan yang transparan dan kredibel, Indonesia berpeluang tidak hanya menjadi salah satu produsen nikel terbesar dunia, tetapi juga semakin kuat dalam menentukan referensi harga komoditasnya sendiri.
Untuk saat ini, kenaikan HMA menjadi US$16.960/wmt menunjukkan bahwa harga acuan domestik mulai kembali menguat. Namun, arah berikutnya tetap akan sangat bergantung pada perkembangan harga global, pasokan bijih, kebijakan RKAB, kapasitas smelter, serta efektivitas reformasi tata niaga dan pembentukan harga mineral nasional. (Li Han)








































