
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Indonesia Nickel Price Index (INPI) yang dirilis APNI bersama Shanghai Metals Market (SMM) pada 6 Juli 2026 menunjukkan pergerakan harga yang bervariasi di sepanjang rantai pasok nikel.
Harga bijih nikel kadar 1,6% CIF kembali melemah dibandingkan pekan sebelumnya, sementara nickel pig iron (NPI) masih mencatat kenaikan tipis. Di sisi hilir, high-grade nickel matte (HGNM) dan mixed hydroxide precipitate (MHP) melemah seiring penyesuaian pasar global.

Perbandingan Harga INPI 22 Juni 2026 dan 29 Juni 2026
| PRODUK | 29 JUNI 2026 | 6 JULI 2026 | KETERANGAN |
| Bijih Nikel 1,2% (CIF) | US$30/mt | US$30/mt | Stabil |
| Bijih Nikel 1,6% (CIF) | US$75,7/mt | US$69,6/mt | Turun US$6,1/mt |
| NPI (FOB) | US$146,86/mt | US$146,8/mt | Turun US$0,06/mt |
| HGNM (FOB) | US$15.712/mt | US$15.058/mt | Turun US$654/mt |
| MHP (FOB) | US$15.627/mt | US$14.932/mt | Turun US$695/mt |

Penurunan paling tajam terjadi pada bijih nikel kadar 1,6% CIF, yang turun US$6.1 per metrik ton dalam sepekan. Pelemahan ini mengindikasikan mulai meredanya tekanan permintaan bahan baku dari sebagian smelter, meskipun pasokan bijih berkadar tinggi di Indonesia masih berada dalam pengawasan pemerintah melalui kebijakan RKAB.
Sementara itu, NPI tetap bertahan di kisaran US$146,8. Ini menunjukkan bahwa pasar feronikel masih memperoleh dukungan dari biaya bahan baku dan permintaan industri baja nirkarat yang relatif stabil. Pergerakan ini sejalan dengan tren pasar nikel global yang masih dibayangi kondisi surplus pasokan namun mendapat dukungan dari disiplin produksi Indonesia.

Di sektor hilir, harga HGNM dan MHP sama-sama melemah sebesar US$654/mt dan US$695/mtdibandingkan rilis sebelumnya. Pelemahan tersebut mencerminkan penyesuaian harga produk antara yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri baterai kendaraan listrik.
Secara global, harga nikel di London Metal Exchange (LME) masih bergerak dalam kisaran US$16.200–16.400 per ton, dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap pasokan Indonesia yang tetap tinggi serta perkembangan data ekonomi internasional.
Rilis INPI 6 Juli 2026 menunjukkan pasar nikel Indonesia masih mengalami penyesuaian harga. Bijih nikel kadar 1,6% mengalami pelemahan yang cukup signifikan dibandingkan pekan sebelumnya, sementara NPI tetap stabil. Di sisi lain, produk hilir berupa nickel matte dan MHP kembali melemah, mencerminkan tekanan pada rantai pasok bahan baku baterai meski fundamental industri nikel Indonesia tetap kuat. (Li Han)











































