Beranda Berita Nasional Ketua MPR RI: Ekspor Satu Pintu Melalui PT DSI Perkuat Posisi Tawar...

Ketua MPR RI: Ekspor Satu Pintu Melalui PT DSI Perkuat Posisi Tawar Negara

93
0
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani (Foto: Istimewa)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengatakan, pengelolaan sumber daya alam (SDA) nasional harus berlandaskan pada keadilan, keberlanjutan, dan kelestarian ekologi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Prinsip tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.

“Sementara itu, Pasal 33 UUD 1945 secara tegas mengamanatkan bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Amanat itulah yang kemudian dijabarkan secara strategis melalui ketetapan MPR No. 9/MPR/2021 tentang pembaruan agraria dan pengelolaan sumber daya alam,” tegas Muzani, dalam Pembukaan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Dia kemudian menyoroti kebijakan pemerintah dalam memperkuat tata kelola ekspor SDA melalui mekanisme satu pintu. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi tawar negara dalam perdagangan global.

“Kita juga menyaksikan bagaimana pemerintah mengambil kebijakan tentang tata kelola ekspor 1 pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang itu jelas memperkuat posisi tawar negara dalam perdagangan global,” ujarnya.

Sebagai informasi, PT DSI merupakan BUMN ekspor yang menjalankan tata kelola ekspor komoditas SDA strategis. Pada tahap awal, pemerintah menetapkan tiga komoditas yang masuk dalam mekanisme tersebut, yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy atau paduan besi.

Pada 2025, nilai ekspor ketiga komoditas tersebut mencapai sekitar US$66,13 miliar atau 23,4% dari total ekspor nasional. Pemerintah menyebut ketiga komoditas tersebut turut menopang surplus neraca perdagangan Indonesia selama 71 bulan berturut-turut.

Ia menegaskan, pembangunan ekonomi nasional ke depan harus terus diarahkan untuk mewujudkan keadilan serta cita-cita Indonesia yang berdaulat dan makmur.

“Kita akan terus membangun ekonomi yang berkeadilan, mempersembahkan seluruh daya dan upaya demi terwujudnya cita-cita mulia Indonesia yang berdaulat adil dan makmur,” pungkasnya. (Tubagus)