
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Indonesia Nickel Price Index (INPI) yang dirilis oleh Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) bersama Shanghai Metals Market (SMM) pada 3 Agustus 2026 menunjukkan pergerakan harga yang beragam. Dibandingkan dengan rilis sebelumnya pada 27 Juli 2026, harga bijih nikel mengalami pelemahan, sementara nickel pig iron (NPI) mencatat kenaikan tipis.
Di sisi lain, high-grade nickel matte (HGNM) dan mixed hydroxide precipitate (MHP) masih melanjutkan tren koreksi.
Pelemahan harga bijih nikel mengindikasikan masih berhati-hatinya permintaan dari sektor smelter, sedangkan kenaikan tipis pada NPI mencerminkan adanya perbaikan terbatas pada pasar baja nirkarat (stainless steel). Namun, tekanan pada produk hilir berbasis baterai masih berlanjut seiring belum pulihnya permintaan global secara signifikan.

Perbandingan Harga INPI 27 Juli 2026 dan 3 Agustus 2026
| PRODUK | 27 JULI 2026 | 3 AGUSTUS 2026 | KETERANGAN |
| Bijih Nikel 1,2% (CIF) | US$29/mt | US$28/mt | Turun US$1/mt |
| Bijih Nikel 1,6% (CIF) | US$66,1/mt | US$64,9/mt | Turun US$1,2/mt |
| NPI (FOB) | US$145,40/mt | US$146,32/mt | Naik US$0,92/mt |
| HGNM (FOB) | US$15.820/mt | US$15.802/mt | Turun US$18/mt |
| MHP (FOB) | US$15.435/mt | US$15.418/mt | Turun US$17/mt |


Analisis Pasar
Koreksi harga bijih nikel menunjukkan bahwa keseimbangan pasar hulu masih dipengaruhi oleh permintaan smelter yang belum sepenuhnya pulih. Di sisi lain, kenaikan tipis pada NPI mengindikasikan adanya dukungan dari industri baja nirkarat, meskipun penguatannya masih terbatas.
Sementara itu, pelemahan harga nickel matte dan MHP mencerminkan bahwa rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik (EV) masih menghadapi tekanan akibat permintaan global yang belum kuat serta penyesuaian pasar hilir. Secara global, harga nikel LME juga masih berada di kisaran yang relatif tinggi setelah menguat sepanjang Juli, didukung kekhawatiran pasokan dari Indonesia, namun volatilitas tetap tinggi.
Secara keseluruhan, INPI periode 3 Agustus 2026 memperlihatkan pasar nikel Indonesia masih bergerak dalam fase konsolidasi, dengan pelemahan di segmen bijih dan produk berbasis baterai, sementara NPI menjadi satu-satunya produk yang mencatat penguatan tipis. (Li Han)










































