
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – “Bagaimana harga nikel pekan ini?” bisik seorang pelaku bisnis nikel dengan nada khawatir. Pekan lalu nickel ore (bijih nikel) kadar rendah, 1,2% (CIF), turun US$0,5/mt dari pekan sebelumnya. “Apakah memasuki pekan ketiga Juli ini juga turun lagi?” tanyanya lagi. Kekhawatiran merosotnya harga nikel memang terus membayangi bulan ketujuh ini.
Indeks Harga Nikel Indonesia atau Indonesia Nickel Price Index (INPI) untuk periode 20 Juli 2026 belum membuat para pebisnis nikel merasa aman dan nyaman. Pada indeks harga yang dirilis Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) bersama Shanghai Metals Market (SMM) secara umum menggambarkan keberagaman harga, ada yang stabil, turun, bahkan naik pada produk hilirisasi.
Harga bijih nikel berkadar 1,2%, dengan sistem transaksi cost, insurance, and freight (CIF), masih bertahan pada kisaran US$26–33/mt dengan rata-rata US$29,5/mt, tidak mengalami perubahan dibandingkan pekan sebelumnya. Kondisi serupa juga tidak terjadi pada bijih nikel 1,6% (CIF) yang diperdagangkan pada rentang US$64,1–68,1/mt dengan harga rata-rata US$66,1/mt. Harga produk ini naik.

Di sektor produk antara, nickel pig iron (NPI), dengan transaksi free on board (FOB), mengalami pelemahan tipis. Harga rata-rata turun menjadi US$145,21/mt atau terkoreksi US$0,18. Koreksi ini mencerminkan masih terbatasnya aktivitas pembelian dari industri baja nirkarat yang menjadi konsumen utama NPI.
Berbeda dengan NPI, high-grade nickel matte (HGNM) dengan (FOB justru mencatatkan kenaikan harga. Nilai rata-rata naik dari US$15.069/mt menjadi US$15.486/mt, menunjukkan permintaan dari rantai pasok baterai kendaraan listrik masih memberikan dukungan terhadap produk-antara (intermediate products) berbasis nikel.
Kondisi sama juga dialami mixed hydroxide precipitate (MHP) FOB yang naik US$278/mt dari US$14.772/mt menjadi US$15.050/mt. Kenaikan ini mengindikasikan pasar masih membutuhkan bahan baku prekursor baterai ini.

Perbandingan Harga INPI 13 Juli 2026 dan 20 Juli 2026
| PRODUK | 13 JULI 2026 | 20 JULI 2026 | KETERANGAN |
| Bijih Nikel 1,2% (CIF) | US$29,5/mt | US$29,5/mt | Stabil |
| Bijih Nikel 1,6% (CIF) | US$69,6/mt | US$66,1/mt | Turun US$3,5/mt |
| NPI (FOB) | US$146,00/mt | US$145,21/mt | Turun US$0,79/mt |
| HGNM (FOB) | US$15.069/mt | US$15.486/mt | Naik US$11/mt |
| MHP (FOB) | US$14.772/mt | US$15.050/mt | Naik US$278/mt |

Dibandingkan indeks sebelumnya, harga bijih nikel kadar 1,2% masih tidak berubah. Namun, harga nickel ore kadar 1,6% turun cukup signifikan. Di sisi hilir, harga NPI—produk olahan berupa besi mentah (pig iron) yang mengandung nikel kurang dari 15%—juga bergerak melemah, sedangkan HGNM pekan lalu naik US$11, pekan ini naik cukup kuat, yakni US$417/mt. MHP juga mengalami tren positif, pekan lalu naik US$160/mt, pekan ini naik US$278/mt.
Stabilnya harga bijih mencerminkan keseimbangan pasokan di tingkat hulu, sementara fluktuasi pada produk hilir dipengaruhi dinamika permintaan industri baja nirkarat dan sektor baterai kendaraan listrik.
Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan kebijakan RKAB dan potensi penyesuaian kuota produksi nikel Indonesia yang dinilai akan menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan arah harga nikel sepanjang 2026. (Li Han)











































