
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Rilis terbaru Indonesia Nickel Price Index (INPI) per 4 Mei 2026 yang diterbitkan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia bersama Shanghai Metals Market (SMM) menunjukkan pergerakan harga yang semakin kontras antara sektor hulu dan hilir. Bijih nikel kadar rendah melemah, sementara kadar lebih tinggi dan produk hilir justru melanjutkan tren penguatan.
Dibandingkan rilis 27 April 2026, sebagian besar produk hilir seperti nickel pig iron (NPI), high-grade nickel matte (HGNM), dan mixed hydroxide precipitate (MHP) mencatat kenaikan cukup signifikan.

Berikut perbandingan harga antara INPI 27 April 2026 dan 4 Mei 2026
| PRODUK | 27 APRIL 2026 | 4 MEI 2026 | KETERANGAN |
| Bijih Nikel 1,2% (CIF) | US$33/mt | US$32,5/mt | Turun US$0,5/mt |
| Bijih Nikel 1,6% (CIF) | US$74,4/mt | US$76/mt | Naik US$1,3/mt |
| NPI (FOB) | US$141,83/mt | US$144,89/mt | Naik US$3,06/mt |
| HGNM (FOB) | US$16.770/mt | US$17.641/mt | Naik US$871/mt |
| MHP (FOB) | US$16.635/mt | US$17.244/mt | Naik US$609mt |

Pergerakan harga nikel dalam dua pekan terakhir menunjukkan pola yang menarik. Pasar mulai bergerak lebih selektif antara bijih dan produk hilir. Untuk bijih nikel, arah pergerakan terlihat berbeda. Harga bijih kadar rendah 1,2% (CIF) turun tipis dari US$33/mt pada 27 April menjadi US$32,5/mt pada 4 Mei 2026. Penurunan ini mencerminkan permintaan yang sedikit melemah, terutama dari smelter yang mulai lebih efisien dalam penggunaan bahan baku.
Sebaliknya, bijih nikel kadar 1,6% justru mengalami kenaikan. Dari US$74,7/mt, harganya naik menjadi US$76/mt. Ini menunjukkan bahwa pasar masih membutuhkan bijih dengan kadar lebih tinggi untuk menjaga kinerja produksi.
Di sektor hilir, tren penguatan masih berlanjut. Nickel pig iron (NPI) naik dari US$141,83/mt menjadi US$144,89/mt. Kenaikan ini menandakan permintaan dari industri baja nirkarat tetap stabil.

Sementara itu, high-grade nickel matte (HGNM) mencatat kenaikan lebih signifikan. Melonjak dari US$16.770/mt menjadi US$17.641/mt. Begitu juga mixed hydroxide precipitate (MHP) yang naik dari US$16.635/mt ke US$17.244/mt.
Kenaikan pada produk hilir ini memperlihatkan bahwa permintaan dari sektor kendaraan listrik (EV) masih menjadi penopang utama pasar nikel global.
Secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan arah antara hulu dan hilir. Bijih nikel mulai bergerak lebih selektif, sementara produk olahan terus menguat. Dengan tren ini, sektor hilir masih menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan prospek positif industri nikel ke depan. (Li Han)












































