Beranda Nikel APNI Talkshow Series Bahas Masa Depan Nikel dalam Ekosistem Baterai EV

APNI Talkshow Series Bahas Masa Depan Nikel dalam Ekosistem Baterai EV

86
0

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Perkembangan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global tidak lagi hanya berfokus pada ketersediaan bahan baku baterai, tetapi juga mulai menyoroti aspek keberlanjutan dan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau environmental, social, and governance (ESG).

Sebagai negara dengan cadangan dan produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi penting dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik global. Nikel menjadi salah satu bahan baku utama dalam produksi baterai kendaraan listrik berbasis nickel manganese cobalt (NMC) maupun nickel cobalt aluminum (NCA).

Indonesia saat ini juga menempati posisi penting dalam rantai pasok nikel global yang menopang kebutuhan industri baterai kendaraan listrik dunia, sehingga memiliki peran strategis dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Di tengah pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional, pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai insentif, dukungan investasi, serta pembangunan infrastruktur pengisian daya guna mempercepat adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah ESG-forum-2026-1024x341.jpeg

Namun, meningkatnya kebutuhan baterai kendaraan listrik turut diiringi dengan semakin kuatnya perhatian terhadap penerapan standar ESG dalam industri nikel. Isu seperti jejak karbon industri pengolahan, penggunaan energi dalam operasional smelter, pengelolaan lingkungan, hingga transparansi rantai pasok mulai menjadi perhatian pasar global, sehingga tekanan terhadap standar keberlanjutan ini membuat ESG kini menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan akses pasar komoditas mineral kritis.

Penerapan ESG dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing produk nikel Indonesia di tengah transformasi industri kendaraan listrik. Sejumlah pelaku industri menilai standar keberlanjutan akan semakin menentukan penerimaan produk nikel di pasar internasional, khususnya untuk kebutuhan industri baterai kendaraan listrik.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah ICM-2026-Baru-update-1024x341.jpeg

Selain menjadi perhatian pasar global, penerapan ESG juga dipandang penting untuk mendukung pengembangan industri nikel nasional yang lebih berkelanjutan dan memiliki nilai tambah jangka panjang.

Isu tersebut akan menjadi salah satu pembahasan utama dalam APNI Talkshow Series diselenggarakan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) dalam EV & Charging Indonesia 2026, JIExpo Kemayoran Hall C1, Jakarta, 21 Mei 2026, pukul 13.30-16.00 WIB. Dimoderatori Sekretaris Umum APNI, Meidy Katrin Lengkey, perbincangan dengan tema “Masa Depan Nikel dalam Ekosistem Baterai” akan terdiri dari dua sesi.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah EV-2026-1024x341.jpeg

Sesi pertama bertema “Nickel’s Future in the EV Battery Ecosystem: Too Expensive to Compete?” akan dibincangkan oleh Prof. Evvy Kartini (founder, National Battery Research Institute/NBRI), Enzo Brooklyn (senior nickel ore analyst, Shanghai Metals Market/SMM), Boy Firmanto (Indonesia country director, Ame Research), dan Stevanus (deputy general manager, Huayou Indonesia).

Sesi kedua bertema “Nickel’s Future in the EV Battery Ecosystem: No ESG, No Market?” akan hadir Ardian Alhadath (project manager, NIPI – GIZ), Noormaya Muchlis (implementing consultan, NEST Project), Irdanto Saputra Lase (senior sustainability scientist, Minviro Ltd.), dan Muchtazar (sustainability Manager, Nickel Industries Ltd.).

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

Melalui forum tersebut, APNI akan menghadirkan diskusi mengenai penerapan ESG dalam industri nikel, tantangan keberlanjutan sektor pertambangan dan pengolahan, hingga arah pengembangan industri nikel Indonesia dalam ekosistem baterai kendaraan listrik. (Tubagus)

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg