Beranda Nikel INPI 20 April 2026: Bijih Stabil, NPI Naik Tipis, HGNM Anjlok, MHP...

INPI 20 April 2026: Bijih Stabil, NPI Naik Tipis, HGNM Anjlok, MHP Melonjak Tajam

83
0
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-Ferroalloynet-22-24-april-2026-beijing-1024x341.jpg

NIKEL.CO.ID, JAKARTA Indonesia Nickel Price Index (INPI) yang dirilis Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) bersama Shanghai Metals Market (SMM) pada 20 April 2026 menunjukkan dinamika harga yang kontras dibandingkan rilis sebelumnya pada 13 April 2026.

Harga bijih nikel 1,2% (CIF) dan bijih nikel 1,6% (CIF)  tercatat stagnan, tidak mengalami perubahan. Namun, pergerakan signifikan terjadi pada produk-antara. Nickel pig iron (NPI)  naik tipis, sementara high-grade nickel matte (HGNM) justru merosot cukup dalam. Di sisi lain, mixed hydroxide precipitate (MHP) mencatat lonjakan harga yang sangat kuat.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah iklan-asian-battery-FASTMARKETS-1-1024x341.jpg

Berikut perbandingan harga antara INPI 13 April 2026 dan 20 April 2026

PRODUK13 APRIL 202620 APRIL 2026KETERANGAN
Bijih Nikel 1,2% (CIF)US$28,5/mtUS$30,5/mtNaik US$2/mt
Bijih Nikel 1,6% (CIF)US$72,2/mtUS$74,7/mtNaik US$2,5/mt
NPI (FOB)US$136,79/mtUS$139,78/mtNaik US$2,99/mt
HGNM (FOB)US$15.607/mtUS$16.481/mtNaik US$874/mt
MHP (FOB)US$15.282/mtUS$16.348/mtNaik US$1.066/mt
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-ok-OECD-Critical-Minerals-Forum-28-29-April-26-1024x341.jpg

Bijih Nikel 1,2% (CIF): Tidak mengalami perubahan harga, menunjukkan keseimbangan antara pasokan dan permintaan untuk kadar rendah. Bijih Nikel 1,6% (CIF), naik tipis mencerminkan permintaan yang masih cukup kuat, terutama dari smelter yang membutuhkan kadar lebih tinggi. NPI turun tipis mengindikasikan tekanan harga dari sisi permintaan baja nirkarat (stainless steel) yang belum pulih signifikan.

Bijih Nikel 1,2% dan 1,6% (CIF) mengalami kenaikan setelah seminggu sebelumnya stagnan. Kenaikan ini menunjukkan adanya pengetatan pasokan di beberapa tambang serta stabilnya permintaan dari smelter.

NPI berbalik menguat setelah mencatat penurunan tipis pada rilis 13 April. Penguatan ini mencerminkan sentimen positif di sektor stainless steel yang mulai pulih secara bertahap. NPI tercatat naik US$2,99, nilai rata-rata yang meningkat dari US$136,97 menjadi US$139,78 mengindikasikan pemulihan harga yang cukup signifikan.

Untuk bahan baku utama dalam pembuatan nikel sulfat, yang merupakan komponen krusial untuk bahan baku baterai kendaraan listrik (EV), yakni HGNM, juga naik signifikan, US$874. Produk antara (intermediate product) nikel dengan kadar nikel tinggi (lebih dari 70% nikel) ini naik dari US$15.607/mt menjadi US$16.481/mt.

Untuk periode 20 April ini MHP kembali menjadi bintang. Kenaikan lebih dari US$1.000/mt menunjukkan kuatnya permintaan dari industri kendaraan listrik, sejalan dengan peningkatan kapasitas produksi baterai global. Rilis INPI 20 April 2026 menunjukkan tren bullish di hampir seluruh lini produk nikel Indonesia. Penguatan harga di sektor intermediate dan material baterai menjadi sinyal positif bagi rantai pasok industri kendaraan listrik, sementara stabilnya harga bijih mengindikasikan pasar yang mulai menemukan keseimbangan baru. (Li Han)

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-ok-LME-Asia-Metal-7-Mei-26-1024x341.jpg
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-ok-Cobalt-Congress-12-13-Mei-26-1024x341.jpg
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah ICM-SMM-3-5-JUNI-2026-1024x341.jpg