
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) kembali menggelar 2nd ESG Forum 2026 sebagai upaya memperkuat daya saing industri nikel nasional di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap praktik pertambangan yang berkelanjutan.
Forum yang akan berlangsung pada 2 Juni 2026 di Sultan Hotel Jakarta itu mengusung tema Shaping Indonesia ESG Standard: From Compliance to Global Market Recognition. Melalui forum tersebut, APNI mendorong pengembangan standar environmental, social, and governance (ESG) yang tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga meningkatkan penerimaan pasar terhadap produk nikel Indonesia di tingkat internasional.

“Penguatan standar ESG dinilai semakin penting seiring meningkatnya perhatian dunia terhadap aspek keberlanjutan dalam rantai pasok mineral kritis, termasuk nikel yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik,” ungkap Sekretaris Umum APNI, Meidy Katrin Lengkey, Jumat (29/5/2026) .
Karena itu, 2nd ESG Forum 2026 akan mempertemukan pemerintah, pelaku industri pertambangan dan hilirisasi, investor, lembaga ESG internasional, hingga original equipment manufacturer (OEM) untuk membahas arah pengembangan standar ESG Indonesia yang lebih kredibel dan kompetitif.

Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan standar ESG yang sesuai dengan karakteristik industri nikel Indonesia. Forum juga akan membahas harmonisasi standar nasional dengan berbagai kerangka ESG global, seperti Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Responsible Minerals Initiative (RMI), Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), Nickel Institute, United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), dan Global Battery Alliance.
Berbagai isu strategis akan dibahas dalam forum tersebut, mulai dari penguatan pengakuan pasar (market recognition), peluang pasar premium hijau (green premium market), rantai pasok mineral kritis dan baterai, hingga integrasi hak asasi manusia dalam praktik pertambangan.
Melalui forum tersebut, APNI berharap pengembangan standar ESG nasional dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis sekaligus meningkatkan daya saing produk nikel nasional di pasar dunia. (Tubagus)









































