Beranda Berita Nasional APNI Dorong Implementasi ESG sebagai Legitimasi Industri Pertambangan Indonesia

APNI Dorong Implementasi ESG sebagai Legitimasi Industri Pertambangan Indonesia

75
0
Ketua Umum APNI, Komjen Pol (Purn.) Drs. Nanan Soekarna (Foto: MNI/Li Han)
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah ICM-2026-Baru-update-1024x341.jpeg

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menegaskan pentingnya penerapan prinsip-prinsip environment, social, and governance (ESG) sebagai fondasi keberlanjutan industri pertambangan nasional. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum APNI, Komjen Pol (Purn.) Drs. Nanan Soekarna, dalam pembukaan 2nd ESG Forum, di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Dalam sambutannya, Nanan mengapresiasi para pelaku industri pertambangan yang dinilai telah berkontribusi besar terhadap pembangunan nasional. Menurutnya, forum ESG menjadi momentum untuk memperkuat komitmen sektor pertambangan dalam menjalankan praktik usaha yang bertanggung jawab.

“Kita berharap dapat menciptakan kesadaran, pemahaman, dan komitmen bersama bahwa industri Indonesia tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mampu memberikan nilai bagi pemerintah, masyarakat, dan generasi masa depan,” ujarnya. 

Ia menegaskan, tantangan industri saat ini tidak lagi semata-mata diukur dari besarnya produksi maupun investasi yang berhasil ditarik. Lebih dari itu, perusahaan dituntut membangun industri yang bertanggung jawab dan memperoleh kepercayaan publik.

“Tantangan sesungguhnya adalah apakah kita mampu membangun industri yang bertanggung jawab, dipercaya, dan memiliki legitimasi di mata masyarakat. Legalitas saja tidak cukup, tetapi juga harus memiliki legitimasi sosial,” katanya.

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg

Menurutnya, prinsip ESG tidak boleh dipandang hanya sebagai persyaratan administratif atau tuntutan pasar global. ESG, lanjutnya, merupakan bentuk tanggung jawab industri sekaligus penentu masa depan sektor pertambangan nasional.

“ESG bukan hanya sekadar persyaratan. ESG adalah tanggung jawab kita, ESG adalah legitimasi kita, dan ESG adalah masa depan kita,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, dia juga menyoroti pentingnya penerapan standar ESG yang sesuai dengan ketentuan di negara tempat perusahaan beroperasi. Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada diskusi semata, melainkan menghasilkan langkah konkret dalam implementasi ESG di lapangan.

“Hari ini bukan hanya tentang diskusi. Hari ini adalah tentang menjalankan standar ESG secara nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan sumber daya manusia.

“Industri harus tumbuh, tetapi harus tumbuh secara bertanggung jawab. Hilirisasi harus terus berlanjut, namun lingkungan, masyarakat, dan manusia juga harus dijaga,” kata mantan Wakapolri itu.

APNI berharap penerapan ESG yang konsisten dapat memperkuat daya saing industri pertambangan Indonesia di tingkat global sekaligus menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. (Shiddiq) 

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg