Beranda Berita Nasional Electricity Connect 2026 Dorong Kedaulatan Energi dan Kolaborasi Regional

Electricity Connect 2026 Dorong Kedaulatan Energi dan Kolaborasi Regional

84
0
(Foto: Istimewa)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Ajang konferensi dan pameran sektor ketenagalistrikan bertajuk Electricity Connect kembali digelar pada 22–24 September 2026 di ICE BSD City. Kegiatan ini diposisikan sebagai forum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan sekaligus mendorong kedaulatan energi dan ketahanan sistem energi di tingkat regional.

Acara tersebut merupakan kelanjutan dari inisiatif yang telah dimulai sejak 2014, yang awalnya dikaitkan dengan peringatan Hari Listrik Nasional setiap 20 Oktober. Tetapi, seiring berjalannya waktu, skala kegiatan terus berkembang, dari forum lokal menjadi platform kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan nasional hingga internasional.

“Sejak 2014 kami mulai dengan skala yang lebih lokal, bermitra dengan pihak seperti Penwell dan Origin Asia. Kini, kami ingin memaksimalkan momentum untuk menghadirkan kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya nasional tetapi juga regional hingga global,” kata Vice Chair 1 Organizing Committee of Electricity Connect 2026, Noesita Indriani, pada konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Dijelaskan, Electricity Connect adalah hasil integrasi dari sejumlah konferensi dan pameran ketenagalistrikan yang sebelumnya berjalan terpisah. Penggabungan ini dilakukan untuk menghindari fragmentasi acara sekaligus menciptakan satu forum utama yang lebih komprehensif.

“Dulu ada banyak event serupa yang berjalan sendiri-sendiri, sehingga membingungkan peserta maupun pembicara. Kini semuanya disatukan dalam Electricity Connect, sehingga menjadi satu-satunya event besar di sektor ini,” ujar Noesita.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Powering Regional Sovereignty and Securing Energy Systems Resilience” selaras dengan agenda pemerintah dalam memperkuat kedaulatan energi nasional. Tema tersebut juga mencerminkan komitmen penyelenggara untuk mendukung program-program strategis pemerintah, termasuk dalam menghadapi dinamika geopolitik dan volatilitas energi global.

Dalam acara tersebut terdapat berbagai agenda, mulai dari seminar, pameran industri, hingga forum diskusi kelompok terarah (focus group discussion). Ribuan peserta dari berbagai sektor, seperti manufaktur, pengembang, kontraktor, hingga produsen teknologi energi, ditargetkan hadir.

Electricity Connect 2026 diharapkan menjadi ruang strategis untuk berbagi gagasan, inovasi, serta strategi dalam menghadapi ketidakpastian global, sekaligus memperkuat sinergi antarnegara di kawasan ASEAN dan sekitarnya.

“Dengan situasi global yang dinamis, forum ini menjadi momentum penting untuk bertukar ide dan strategi. Electricity Connect akan menjadi satu-satunya event besar di Asia yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan,” pungkasnya. (Fi Yun)