
NIKEL.CO.ID, MOROWALI — Program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) menjadi wujud komitmen perusahaan yang bukan hanya berorientasi pada keuntungan (profit), melainkan pelaksanaan etika bisnis dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Perusahaan juga berkewajiban meningkatkan kualitas hidup masyarakat, karyawan, serta lingkungan sekitar. Bahkan, kini CSR menjadi bagian dari strategi bisnis yang memberikan dampak positif jangka panjang.

Hal itu pulalah yang disadari betul oleh manajemen PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Komitmen kawasan industri nikel terpadu ini dalam menjalankan program CSR yang berdampak luas akhirnya mendapat pengakuan dengan meraih penghargaan dalam ajang Nusantara CSR Awards 2026.
Ajang tahunan tersebut tidak hanya memberikan apresiasi kepada perusahaan, tetapi juga menetapkan 100 manajer program terbaik di Indonesia yang dinilai berperan penting dalam keberhasilan pelaksanaan program CSR.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Nusantara CSR Awards menghadirkan pendekatan baru yang menempatkan CSR sebagai bagian dari perlindungan nilai ekonomi perusahaan. Konsep tersebut diimplementasikan melalui metodologi La Tofi ESG Rating yang diperkuat oleh Corporate Economic Protection Index (CEPI), sebuah alat ukur yang menilai sejauh mana program CSR mampu meminimalkan risiko sekaligus menjaga keberlangsungan bisnis.
Usai menerima penghargaan di Jakarta, Head of Department CSR IMIP, R. Tommy Adi Prayogo, mengungkapkan bahwa pendekatan CEPI memberikan perspektif baru dalam menilai efektivitas program CSR.

“Dengan demikian, CSR tidak lagi berdiri di pinggiran strategi bisnis, melainkan menjadi bagian dari struktur perlindungan perusahaan itu sendiri,” kata R. Tommy Adi Prayoga, melalui keterangan pers yang diterima Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Dalam ajang tersebut, IMIP berhasil meraih CEPI Platinum Performance pada kategori ketahanan operasional dan risiko lokal melalui program gerakan masyarakat sehat yang mencakup edukasi serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Kecamatan Bahodopi.
Selain itu, perusahaan juga memperoleh pengakuan pada Kategori Ketahanan Ekonomi Masyarakat dan rantai nilai melalui program “Jejak Alam dalam Kain”. Program ini berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui ecoprint serta pengembangan hortikultura berbasis komunitas di Desa Lele. Kedua inisiatif tersebut meraih predikat platinum alignment sekaligus CEPI Champion Candidate.

“Mayoritas program yang dinilai menunjukkan tingkat keselarasan tinggi antara risiko dan aksi mitigasi. CSR dirancang dengan presisi bukan hanya memberikan manfaat sosial, tetapi juga menjadi pelindung nyata bagi keberlanjutan perusahaan,” sambung Tommy.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa penghargaan ini mencerminkan perubahan arah dalam praktik bisnis di Indonesia. Perusahaan kini dituntut tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga mampu mengelola risiko sosial, lingkungan, dan kemanusiaan secara terintegrasi.
“CSR dalam paradigma ini bukan lagi ‘biaya’ yang dikeluarkan perusahaan, melainkan investasi perlindungan nilai yang menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang,” jelasnya. (Li Han)






































