
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menyampaikan, target investasi nasional pada 2026 mencapai Rp2.041,3 triliun. BKPM mengungkapkan hilirisasi masih menjadi pendorong utama investasi nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan P. Roeslani, menegaskan, hilirisasi masih menjadi pendorong utama investasi nasional yakni mencapai lebih dari 30%.

“Hilirisasi masih menjadi salah satu kontributor terbesar, kurang lebih 30% dari total investasi,” kata Rosan dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Kementerian Investasi/BKPM, di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, diprediksi realisasi investasi di kuartal I-2026 mencatatkan kenaikan sebesar 6,9% secara year-on-year (YOY) menjadi sekitar Rp497 triliun dari sebelumnya sebesar Rp465 triliun di tiga bulan pertama 2025.


“Memang kita masih menunggu sampai tanggal 15 tapi dengan perkembangan ini insyaallah target yang dicanangkan pemerintah pada triwulan pertama ini bisa kami capai, yaitu Rp497 triliun. Berarti tumbuh sekitar 7% secara tahunan,” jelasnya.
Sementara itu, target investasi pada tahun ini mencapai Rp2.041,3 triliun sesuai dengan target realisasi investasi berdasarkan Perpres 117/2025.

“Pada 2026 ini target investasi adalah Rp2041,3 triliun. Itu sesuai dengan penyesuaian target realisasi investasi berdasarkan Perpres No. 117/2025 tentang rencana kerja pemerintah tahun 2026 yang telah disahkan oleh Kementerian PPN/ Bapennas. Jadi, angkanya adalah 2041, tetapi memang di ujungnya tetap target nantinya Rp13.032.8 triliun,” pungkasnya.
Selain itu, ke depannya BKPM akan terus mendorong berbagai program prioritas guna menjaga tren positif investasi, termasuk penguatan kebijakan hilirisasi dan perbaikan iklim investasi nasional. (Fuyun)



















































