Beranda Berita International Dari Kremlin Prabowo Dorong Hilirisasi Nikel dan Energi, Putin Tegaskan Kerja Sama...

Dari Kremlin Prabowo Dorong Hilirisasi Nikel dan Energi, Putin Tegaskan Kerja Sama Industri Strategis

44
0
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin (Foto: Dok Setpres)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya penguatan kerja sama energi dan industri hilir, termasuk sektor strategis, seperti nikel, dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026).

Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Presiden RI, Prabowo menekankan urgensi kolaborasi di tengah ketidakpastian global, khususnya untuk memperkuat sektor ekonomi dan energi.

“Kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan dan mempererat kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi,” ujar Prabowo dalam pertemuan bilateral itu.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa kerja sama Indonesia–Rusia tidak hanya menyasar energi hulu, tetapi juga penguatan industri hilir berbasis sumber daya alam, termasuk nikel.

Dalam pengantarnya, Presiden Vladimir Putin menegaskan, kerja sama kedua negara akan difokuskan pada sektor-sektor strategis yang menjadi fondasi industrialisasi.

“Antara lain, kita bicara mengenai kerja sama di bidang energi, di bidang penghasil industri, serta di bidang farmasi,” kata Putin.

Dia juga menekankan bahwa kunjungan Prabowo memiliki arti penting di tengah dinamika global saat ini.

“Kunjungan Yang Mulia (Presiden RI Prabowo) memiliki makna yang sangat besar dan sangat penting, terutama di bidang ekonomi,” ujarnya.

Meski tidak disebut secara spesifik, penekanan pada energi, industri pengolahan, dan penguatan ekonomi. Tapi itu menunjukkan arah kerja sama yang relevan langsung dengan sektor nikel, komoditas utama hilirisasi Indonesia.

Dalam konteks ini, kerja sama RI–Rusia berpotensi menyentuh pada pembangunan smelter dan industri pengolahan, penguatan energi untuk kawasan industri nikel, serta integrasi rantai pasok industri berbasis mineral. Hal ini sejalan dengan strategi nasional yang menjadikan nikel sebagai tulang punggung industri hilir, termasuk baterai kendaraan listrik.

Putin juga menegaskan, kerja sama RI–Rusia tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan dinamika global yang lebih luas, termasuk keanggotaan Indonesia di BRICS.

“Indonesia sudah menjadi anggota BRICS, membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita,” kata Presiden Rusia.

Masuknya Indonesia ke BRICS memperbesar peluang ekspansi pasar dan investasi untuk industri berbasis sumber daya, termasuk nikel.

Dalam pertemuan Prabowo–Putin tersebut mengirimkan sinyal kuat, yakni energi dan industri hilir jadi prioritas utama kerja sama. Nikel masuk dalam ekosistem kerja sama industri strategis. Indonesia mendorong nilai tambah, bukan ekspor bahan mentah. Dengan demikian, kerja sama ini bukan sekadar diplomasi energi, tetapi bagian dari strategi besar Indonesia untuk mempercepat hilirisasi, dengan nikel sebagai komoditas kunci. (Shiddiq)