Beranda Berita Nasional Stop Ekspor ‘Tanah Air’, RI Bisa Raup Rp 1.000 Triliun per Tahun

Stop Ekspor ‘Tanah Air’, RI Bisa Raup Rp 1.000 Triliun per Tahun

Oleh Admin

NIKEL.CO.ID – Pemerintah terus mendorong hilirisasi di sektor pertambangan demi meningkatkan nilai tambah bagi negara. Bukan tanpa alasan, semakin hilir produk yang dihasilkan, maka kontribusinya buat negara bisa berkali-kali lipat lebih tinggi.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku ‘TAMASYA: Tambang Mensejahterakan Masyarakat’, Kamis (23/09/2021).

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Ridwan mengatakan, keberadaan industri tambang memberikan manfaat kepada pemerintah. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor pertambangan kini rata-rata setiap tahunnya Rp 40 triliun.

Namun demikian, angka penerimaan negara ini menurutnya bisa naik berlipat-lipat hingga Rp 1.000 triliun per tahun bila industri hilir semua komoditas tambang ini terbangun dan semua produk yang dihasilkan merupakan produk jadi dan bernilai tambah besar.

“Pemerintah mendapatkan manfaat dari industri pertambangan karena Penerimaan Negara Bukan Pajak Minerba setiap tahunnya rata-rata Rp 40 T. Kalau ditambahkan industri pengolahannya, kontribusi Rp 1.000 triliun per tahun, industri pertambangan dan industri pengolahannya sangat signifikan,” jelasnya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Dia menegaskan, industri pertambangan menumbuhkan ekonomi secara nasional. Namun demikian, menurutnya manfaat tidak hanya dipetik oleh pemerintah saja, tapi juga bagi masyarakat.

“Kami menegaskan bahwa kegiatan pengembangan masyarakat ini upaya industri pertambangan bahwa industri ini sejahterakan, ini investasi jangka panjang,” paparnya.

Dalam hal ini, imbuhnya, ada 180.000 orang yang bekerja langsung di industri tambang. Jika dikalikan jumlah keluarga dari masing-masing yang terlibat di pertambangan empat orang, maka ada 700.000 orang yang terdampak langsung oleh industri pertambangan.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Sampai Juli 2021 PNBP di sektor ESDM terbesar berasal dari SDA Migas sebesar Rp 47,58 triliun, lalu SDA Minerba sebesar Rp 33,57 triliun, SDA Panas Bumi sebesar Rp 0,79 triliun, dan lainnya sebesar Rp 1,20 triliun.

Adapun target PNBP Sektor ESDM pada 2021 ini sebesar Rp 121,20 triliun, terdiri dari Migas Rp 75 triliun, Minerba Rp 39,10 triliun, Panas Bumi sebesar Rp 1,44 triliun, dan sektor lainnya sebesar Rp 5,66 triliun.

Sumber: CNBC Indonesia

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Liputan Khusus Hilirisasi & Smelter Nikel →

  1. Pemerintah Dorong Pengembangan Industri Lanjutan untuk Jaga Stabilitas Harga Nikel
  2. Ekspor Produk Hilirisasi Nikel Naik Meningkat Jadi US$39,2 Miliar
  3. Hingga September 2026, Investasi Hilirisasi Lebih dari US$29 Miliar
  4. Pemerintah Akan Perkuat Hilirisasi Nikel Terintigrasi Untuk Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik
  5. Efisiensi Energi Smelter sebagai Langkah Awal Dekarbonisasi Industri Nikel
  6. Stop Ekspor ‘Tanah Air’, RI Bisa Raup Rp 1.000 Triliun per Tahun sedang Anda baca

Istilah di artikel ini

PNBP
Penerimaan Negara Bukan Pajak
Kamus istilah lengkap →

Agenda industri terdekat

Semua agenda →