
NIKEL.CO.ID – Harga nikel dunia melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini setelah mencapai level US$ 20.410/ton pada pekan kemarin. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 2014.
Pada Selasa (14/9/2021) pukul 14:30 harga nikel tercatat US$ 19.622,50/ton. Turun 0,49% dibanding harga penutupan perdagangan kemarin.
Sumber: Investing.com= |
Harga nikel saat ini terkoreksi karena ada aksi ambil untung setelah harga nikel melambung hingga level US$ 20.000/ton. Secara teknikal, harga nikel bergerak turun mendekati area support terdekatnya di level US$ 19.530/ton dan US$ 19350/ton.
Harga nikel terus berada di tren bullish sejak akhir April 2021 dan sudah mencatatkan kenaikan 22,42%. Penyebabnya adalah permintaan stainless steel yang melonjak dari China.
Tsingshan, perusahaan baja asal China mengumumkan tambangnya di Indonesia saat ini memasok nikel matte yang merupakan bahan baku pembuatan stainless steel.
Dari sisi supply, persediaan nikel global terus turun sejak bulan Mei 2021. Tercatat persediaan nikel di gudang LME (London Metal Exchange) telah turun 27,2% dari Mei sampai bulan September.
Sumber: CNBC Indonesia
Perkembangan cerita ini
Topik #London Metal Exchange (LME) →
- LME Lakukan Transparansi Data ESG Komponen Penting Atasi Keberlanjutan
- Sekum APNI Paparkan Kemajuan Pertambangan Nikel Indonesia di SMM LME London Seminar
- Harga Nikel Turun, Ini Pantauan Saham Emiten Logam Hingga NCKL
- LME Siap Hadapi Dua Lembaga Keuangan di Pengadilan
- Djoko Widajatno: Indonesia Perlu Membuat Indeks Harga Komoditas Mineral
- Harga Nikel Sudah Turun Dua Hari, Ada Apa Sih? sedang Anda baca
Istilah di artikel ini
- LME
- London Metal Exchange
Agenda industri terdekat
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta
- 10Nov
- 11Nov



















Sumber: Investing.com=










