Beranda Berita International Sekum APNI Paparkan Kemajuan Pertambangan Nikel Indonesia di SMM LME London Seminar

Sekum APNI Paparkan Kemajuan Pertambangan Nikel Indonesia di SMM LME London Seminar

1497
0
MME LME Seminars
MME LME Speakers

NIKEL.CO.ID., 10 OKTOBER 2023 – Kiprah Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar dunia, pada 2022 mencapai 21 juta metrik ton, sekaligus penghasil nikel terbesar dunia makin diperhitungkan dunia. Senior Vice President SMM, Logan Lu, memprediksi, pada 2027 produk setengah jadi (intermediatte products) Indonesia, seperti NPI dan feronikel, akan memenuhi 80% kebutuhan pasar Tiongkok.

Oleh karena itu, dengan penuh rasa ingin tahu, dunia ingin mendengar apa saja sebenarnya suara Indonesia. Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mengutus Sekretaris Umum APNI, Meidy Katrin Lengkey, pada Shanghai Metals Market – London Metal Market (SMM LME) Seminar, di St. Pancras Renaissance Hotel London Easton Rd, London, hari ini, Selasa (10/10/2023).

Acara terlaksana berkat kerja sama ini Shanghai Metals Market (SMM) dan London Metal Market (LME) tersebut berlangsung mulai 07.30 hingga 16.30 waktu setempat. Adam Fan, CEO SMM yang akhir Mei lalu bertandang ke Indonesia, menjadi pembicara bersama Head of Corporate Sustainability LME, Alice Lim. 

Pada pukul 14.40–15.40 diskusi berjudul “Will the Governmental Stimulus Policies Bring About a Shift in The Global Materials Supply Chain?” berlangsung cukup menarik. Sekum APNI, Meidy Katrin Lengkey dengan lugas memaparkan apa, bagaimana, dan peran APNI dalam memajukan pertambangan nikel di Indonesia. 

Sejak berdiri pada 2017, APNI telah memainkan peran cukup penting, antara lain berhasil memperjuangkan patokan harga penjualan mineral minerba sebagaimana termaktub dalam Permen ESDM No. 11/2020 dan Kepmenko Marves No. 108/2020, PP No. 26/2022 PNBP Limonit, SP Dirjen Minerba No. 1780/MB.04/DJB.M/2022 tentang HPM, SE Dirjen Minerba No. 3.E/MB.01/DJB.M/2022 tentang FOB, SK-KMARVEST No. B-1029/MENKO/MARVES/IP.05.00/III/2022 tentang Pengelolaan Nikeldi Pasar Dalam Negeri, dan Permen ESDM No. 10 Tahun 2023, perihal pemberlakuan RKAB 3 Tahun.

Meidy juga menjelaskan, fasilitas investasi yang diberikan kepada investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia dan perlunya Indonesia mengurangi pembangunan smelter pirometrologi, sebaliknya membuka luas-luas untuk pembangunan smelter hirdormetrologi untuk mengolah limonit yang jumlahnya lebih banyak daripada saprolit.

“Saat ini APNI sedang memperjuangkan terbitnya patokan harga nikel Indonesia (Indonesia Nickel Price Index/INPI) untuk kepentingan transaksi perdagangan nikel di dalam negeri,” ujarnya.

Selain itu, APNI, raksasa perusahaan pengolah nikel besar, Eternal Tsingshan Group Ltd., mengutus  wakil presidennya, Xue Xu, Founder-Vertical Ventures and Senior Advisor EMR Capital, Ashish Patki, Director Business Development and Market Intelligence Livent, Ilka von Dalwigk, Senior Technology and Policy Expert, EIT Inno Energy. Acara ini dimoderatori oleh Roland Chavasse, Secretary General & Co-founder International Lithium Association (ILiA).