Beranda Berita International Kemarau Yang Berkepanjangan di Indonesia Berakibat Industri Kendaraan Listrik China Terganggu

Kemarau Yang Berkepanjangan di Indonesia Berakibat Industri Kendaraan Listrik China Terganggu

Ilustrasi kekeringan akibat El Nino. (Dok. Istimewa
Oleh Momon Tarmono

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Musim kemarau yang berkepanjangan akibat dari el nino yang terjadi di Indonesia berakibat terhambatnya produksi beberapa smelter yang memproduksi bahan penting untuk membuat baterai kendaraan listrik, sehingga menimbulkan risiko terhadap rantai pasok kendaraan listrik China.

Indonesia, sebagai pusat produksi nikel terbesar dunia merupakan mata rantai vital dalam rantai pasok kendaraan listrik global. Nikel merupakan salah satu jenis logam yang diolah menjadi komponen untuk baterai litium-ion.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Namun, datangnya musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan smelter nikel mengurangi sebagian operasinya. Menurut firma analisis pasar CRU Group, yang dikutip dari South China Morning Post, Selasa (3/11/2026), langkah ini dapat “menambah ketidakpastian… di sepanjang rantai nilai material baterai”.

Operasional fasilitas pemurnian (smelter) membutuhkan volume air yang sangat besar untuk mengekstraksi nikel melalui proses yang dikenal sebagai high-pressure acid leaching (pelindian asam bertekanan tinggi). Namun dengan kondisi kekeringan yang menyebabkan kelangkaan air ini, menyebabkan salah satu smelter dibawah operasi utama Nickel Industries – perusahaan asal Sydney di provinsi Sulawesi Tengah – telah mengumumkan pengurangan produksi secara signifikan.

Menurut pihak perusahaan, fasilitas acid leaching tersebut kini hanya beroperasi pada kapasitas 30 persen, turun dari sebelumnya 50 persen. CRU Group memperkirakan pengurangan serupa akan terjadi di seluruh industri ini, dan diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang bulan ini.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Sangat wajar untuk mengasumsikan bahwa operasi acid leaching lainnya—yang menghadapi kelangkaan air serupa dan sering kali berbagi infrastruktur—juga tengah mempertimbangkan pengurangan produksi sementara dengan skala yang sama,” ungkap perusahaan tersebut dalam laporannya pada bulan Oktober.

CRU Group memprediksi bahwa produksi nikel dari smelter-smelter tersebut dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (endapan hidroksida campuran)—sebuah produk antara yang digunakan sebagai komponen kunci baterai—akan turun menjadi sekitar 370.000 ton pada paruh kedua tahun ini, dari perkiraan sebelumnya sebesar 400.000 ton.

Menurut S&P Global, pola cuaca El Nino yang kuat, yang muncul selama musim panas, memperparah kekeringan di Indonesia. Sebagai pemasok nikel terbesar dunia, kondisi ini akan berpengaruh terhadap rantai pasok nikel global.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Menurut perkiraan Centre for Advanced Defence Studies yang berbasis di AS, sekitar tiga perempat industri pemurnian nikel di Indonesia melibatkan investasi dari China.

“Para investor China memiliki keterlibatan yang signifikan dalam industri pemurnian nikel dengan metode high-pressure acid-leach (HPAL) di Indonesia,” ujar Siwage Dharma Negara, salah satu koordinator Program Studi Indonesia di ISEAS – Yusof Ishak Institute, Singapura.

Ia memprediksi bahwa produsen baterai kendaraan listrik (EV) asal China juga akan terkena dampak, mengingat posisi mereka dalam rantai pasok nikel. Menurut International Energy Agency, China menguasai sekitar 80 persen produksi sel baterai kendaraan listrik dunia.

Dharma Negara mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan telah “menyebabkan tambahan biaya produksi dan penurunan profitabilitas” bagi para investor nikel asal China di Indonesia.

Berdasarkan laporan bulan Agustus dari S. Rajaratnam School of International Studies di Nanyang Technological University, Singapura, para investor China di sektor pemurnian nikel dengan metode HPAL telah menghadapi kendala pasokan serta risiko penghentian operasional yang lebih tinggi, di tengah pengetatan regulasi lingkungan dan keselamatan. Menurut Dharma Negara, para investor tersebut kemungkinan besar akan tetap bertahan di Indonesia mengingat pentingnya negara ini bagi industri baterai China, namun mereka mungkin akan menunda ekspansi proyek-proyek baru dan berupaya meningkatkan efisiensi pada proyek-proyek yang sudah berjalan. (Momon)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Liputan Khusus Hilirisasi & Smelter Nikel →

  1. Kemarau Yang Berkepanjangan di Indonesia Berakibat Industri Kendaraan Listrik China Terganggu sedang Anda baca
  2. Bahlil: Hilirisasi Tidak Boleh Hanya Fokus pada Peningkatan Nilai Tambah
  3. Minerba Convex 2026 Dorong Hilirisasi dan Pemberdayaan Masyarakat Lingkar Tambang
  4. HPM Tak Diikuti Smelter, APNI Soroti Tekanan Terhadap Penambang Nikel
  5. BRIN Siapkan Riset Terintegrasi untuk Dukung Hilirisasi Industri Energi
  6. Dewan Energi Nasional Dorong Hilirisasi Nikel untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Istilah di artikel ini

HPAL
High Pressure Acid Leaching
Kamus istilah lengkap →

Agenda industri terdekat

Semua agenda →