

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Renault Trucks membidik sektor pertambangan nikel di Indonesia melalui peluncuran truk heavy tipper K520 10×4 XTREM atau BATIK 10X4. Kendaraan dengan kapasitas angkut hingga 60 ton ini diperkenalkan kepada pelanggan Indonesia dalam acara peluncuran di PIK 2, Tangerang, Kamis (22/10/2026).
Chief Operating Officer (COO) PT Indo Traktor Utama, Sudiono Widjaya, mengatakan konfigurasi truk 10×4 tersebut cocok untuk mendukung aktivitas pengangkutan material tambang nikel yang memiliki densitas tinggi.
“Yang juga cukup besar kontribusinya, pertambangan. Dan untuk unit yang tipe 10×4 ini sebenarnya sangat-sangat cocok sekali untuk di nikel. Karena secara material, di mana densitas nikel itu juga termasuk yang kategori mineral lain dengan high density,” ujar Sudiono saat menjawab pertanyaan media Nikel.co.id di sela-sela peluncuran Renault Trucks di PIK 2, Tangerang, Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, penggunaan truk dengan kapasitas angkut lebih besar diharapkan memberikan keuntungan bagi kontraktor pertambangan, terutama dalam mendukung produktivitas pengangkutan material. Meski demikian, manfaat ekonominya perlu dilihat berdasarkan kinerja kendaraan dalam kondisi operasional yang sebenarnya.
Ia menegaskan, PT Indo Traktor Utama tidak ingin hanya mengandalkan angka-angka promosi dalam memasarkan produk tersebut. Perusahaan berencana membuktikan kemampuan kendaraan melalui pengujian langsung di medan pertambangan Indonesia.
“Jadi, dengan adanya produk ini, sebenarnya keuntungan yang bisa didapat oleh para kontraktor yang bekerja di tambang itu bisa langsung secara keuntungannya nanti disampaikan. Memang strateginya, kita tidak hanya jualan angka-angka saja, tapi kita juga siap untuk membuktikan,” kata dia.

Ia menambahkan, pengujian di lokasi tambang menjadi bagian penting untuk menunjukkan kemampuan kendaraan sekaligus memberikan gambaran mengenai manfaatnya bagi calon pengguna.
“Jadi, kita uji di medan-medan yang real, di beberapa tambang yang punya reputasi baik di Indonesia. Saya yakin itu akan benar-benar menyuarakan fakta yang ada. Kita ingin jualan fakta, bukan jualan hanya gimmick atau brosur,” ujarnya.
Sudiono menegaskan, sektor nikel menjadi salah satu target utama perusahaan dalam memasarkan truk tersebut. “Memang target kami itu di sektor nikel,” katanya.

Renault Trucks K520 10×4 XTREM memiliki kapasitas angkut hingga 60 ton dengan bak mineral berkapasitas 38 meter kubik. Berdasarkan keterangan perusahaan, kapasitas muat per perjalanan tersebut sekitar 35% lebih besar dibandingkan truk berkonfigurasi 8×4.
Perusahaan menyebut tiga unit truk 10×4 dapat mengangkut volume material yang setara dengan empat unit truk 8×4. Konfigurasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pengangkutan dengan kebutuhan armada dan pengemudi yang lebih sedikit untuk target produksi yang sama.

Truk ini dibekali mesin Dxi13 berkekuatan 520 tenaga kuda, transmisi OPTI-Driver, serta kompatibilitas bahan bakar B50. Selain untuk nikel, kendaraan tersebut juga dirancang untuk pengangkutan bijih besi, bauksit, emas, dan tembaga.
Renault Trucks mengklaim K520 10×4 XTREM berpotensi menurunkan biaya per ton-kilometer hingga 12% dibandingkan truk 8×4. Realisasi efisiensi tersebut tetap bergantung pada kondisi operasional dan perlu dievaluasi berdasarkan hasil penggunaan di lapangan. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya PT Indo Traktor Utama memperluas penetrasi kendaraan angkut berat Renault Trucks di sektor pertambangan Indonesia, dengan fokus pada kebutuhan pengangkutan mineral berdensitas tinggi, khususnya nikel. (Shiddiq)


















