Beranda Daerah Nickel Industries–Unhas Sambut Penerima Beasiswa Angkatan Ketiga dari Morowali

Nickel Industries–Unhas Sambut Penerima Beasiswa Angkatan Ketiga dari Morowali

67
0
Para penerima beasiswa kerja sama Nickel Industries Limited dan Universitas Hasanuddin (Foto: Dok. Unhas)

NIKEL.CO.ID, MOROWALI — Nickel Industries Limited (NIL) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) menyambut angkatan ketiga penerima program beasiswa penuh. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang NIL dan Unhas untuk mencetak calon pemimpin masa depan dari Morowali melalui pendidikan tinggi.

Sejak diluncurkan pada 2024, program beasiswa sudah memberikan dukungan kepada 30 mahasiswa lokal dari Morowali. Pada 2026, sebanyak 10 mahasiswa berprestasi terpilih untuk menerima beasiswa penuh guna menempuh pendidikan sarjana di Unhas.

Tahun ini, para penerima beasiswa akan menempuh pendidikan di berbagai bidang, di antaranya teknik pertambangan, teknik lingkungan, teknik sipil, informatika, geologi, psikologi, kehutanan, dan bahasa Mandarin. Perluasan pilihan program studi tersebut mencerminkan semakin besarnya kebutuhan terhadap beragam keahlian dan perspektif untuk mendukung perkembangan industri pertambangan yang modern, inovatif, dan berkelanjutan.

Melalui keterangan pers yang diterima Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Jumat (14/8/2026), Managing Director of NIL, Justin Werner, menekankan pentingnya keberlanjutan kerja sama perusahaan dengan Unhas.

“Kami bangga dapat melanjutkan kemitraan dengan Unhas yang kini telah memasuki tahun ketiga. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa dan keluarga mereka atas dedikasi serta ketekunan yang telah membawa mereka sampai pada tahap ini. Kami berharap beasiswa ini dapat membuka peluang bagi para talenta muda tersebut untuk mengejar cita-cita, menyelesaikan pendidikan dengan baik, dan suatu hari nanti berkontribusi terhadap pembangunan Morowali dan masyarakatnya secara berkelanjutan,” ujar Werner.

Program beasiswa tersebut, sambungnya, merupakan bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang NIL untuk memperkuat sumber daya manusia lokal, memperluas akses terhadap pendidikan tinggi, serta memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan turut memperoleh manfaat dari pembangunan ekonomi jangka panjang.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa, juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terus berlangsung dan mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang telah diberikan.

“Kami sangat menghargai kemitraan dengan NIL yang telah membantu generasi muda berbakat dari Morowali memperoleh akses ke pendidikan tinggi. Kami mendorong para penerima beasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dengan memperkuat kemampuan akademik sekaligus keterampilan penting yang dibutuhkan di tingkat global, termasuk kemampuan berbahasa Inggris. Kami juga berharap kerja sama ini terus berkembang melalui berbagai inisiatif di bidang penelitian, inovasi, dan keberlanjutan,” kata Jamaluddin.

Para penerima beasiswa dipilih melalui proses seleksi yang transparan dan kompetitif yang dikelola oleh Unhas. Tahapan seleksi meliputi pemeriksaan administrasi, tes potensi akademik (TPA), serta asesmen psikologis. Sebanyak 10 penerima beasiswa terpilih berdasarkan prestasi akademik, potensi, dan karakter pribadi. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan para penerima beasiswa memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus memanfaatkan peluang selama menempuh pendidikan tinggi.

Sementara itu, Chief Operating Officer NIL, Tony Green, mendorong para penerima beasiswa untuk tidak ragu mencari dukungan ketika menghadapi kendala selama perjalanan akademik mereka.

“Selamat karena telah berhasil menyelesaikan proses seleksi yang sangat kompetitif. Saat memulai babak baru ini, tetaplah fokus, tangguh, dan memiliki tekad yang kuat. Perjalanan ke depan tidak akan selalu mudah, tetapi akan dipenuhi dengan berbagai peluang untuk berkembang dan meraih prestasi,” ujarnya.

Program beasiswa tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen jangka panjang NIL dalam mendukung agenda pembangunan Indonesia, termasuk visi Indonesia Emas 2045 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dukungan tersebut terutama diarahkan pada tujuan pembangunan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan pengurangan kesenjangan, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Morowali. (Li Han)