

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memperkuat kemitraan ekonomi strategis dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui peningkatan perdagangan, investasi, dan penguatan hilirisasi. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan bilateral Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, dengan Menteri Perdagangan RRT, Wang Wentao, di Shanghai, Jumat, 17 Juli 2026.
“Indonesia dan RRT memiliki struktur ekonomi yang saling melengkapi. Kerja sama ke depan perlu diarahkan pada peningkatan nilai perdagangan yang lebih seimbang, investasi yang berkualitas, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri nasional,” ujar Menko Airlangga, dalam siaran pers yang diterima redaksi, Senin (20/7/2026).

Airlangga menyampaikan, RRT selama ini menjadi mitra perdagangan utama Indonesia. Pada 2025, nilai perdagangan kedua negara mencapai US$154,6 miliar. Selama periode 2021–2025, total perdagangan Indonesia–RRT menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 7,24%. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya hubungan ekonomi kedua negara sekaligus pentingnya upaya meningkatkan dan menyeimbangkan nilai perdagangan bilateral.
Dalam konteks tersebut, Indonesia mendorong peningkatan dan penyelarasan nilai perdagangan bilateral agar memberikan manfaat yang semakin seimbang bagi kedua negara. Upaya tersebut ditempuh melalui perluasan akses pasar bagi produk Indonesia, peningkatan ekspor produk bernilai tambah, penguatan hilirisasi, serta pengembangan investasi yang berorientasi ekspor.
“Berbagai nota kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama two countries, twin parks (TCTP) dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret,” katanya.
Di bidang investasi, katanya lagi, RRT juga menjadi salah satu dari tiga sumber penanaman modal asing terbesar di Indonesia. Pada 2025, realisasi investasi RRT mencapai hampir US$8,1 miliar atau sekitar 13% dari total investasi asing, terutama pada sektor industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, serta transportasi dan pergudangan.
Pemerintah, sambungnya, berkomitmen menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif agar berbagai kerja sama ekonomi yang telah dibangun dapat segera diwujudkan dalam bentuk proyek-proyek konkret.
“Pemerintah Indonesia berkomitmen menjaga kepastian kebijakan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret sehingga memberikan manfaat seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara,” pungkasnya. (Tubagus)
Perkembangan cerita ini
Liputan Khusus Hilirisasi & Smelter Nikel →
- BRIN Siapkan Riset Terintegrasi untuk Dukung Hilirisasi Industri Energi
- Dewan Energi Nasional Dorong Hilirisasi Nikel untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia
- Satgas Hilirisasi Percepat Investasi, Bantu Atasi Hambatan Proyek
- Rantai Pasok Nikel dan Industri Baterai Nasional Perlu Terintegrasi
- Krakatau Steel Mulai Merambah ke Hilirisasi Nikel
- Mendag China & Menko Airlangga Bahas Perdagangan, Investasi, dan Penguatan Hilirisasi sedang Anda baca
Agenda industri terdekat
- 2Nov
- 2NovKonferensi & Pameran Minerba Convex 20262–3 November 2026 · CXO Convention Center and Theater, Kuningan, Jakarta
- 4NovKonferensi & Pameran The 5th Nickel Producers, Processors & Buyers Conference4–5 November 2026 · Shangri-La Hotel, Jakarta






























