Beranda Berita International Kemenperin dan Korea Selatan Kembangkan SDM Industri Berbasis Ppuri Technology

Kemenperin dan Korea Selatan Kembangkan SDM Industri Berbasis Ppuri Technology

82
0
Dirjen KPAII Kemenperin, Tri Supondy bersama Direktur Direktur KITC, Ji Hyun Sung (Foto: Dok. Kemenperin)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan kerja sama dengan Korea Selatan dalam sektor industri dan teknologi melalui The Korea-Indonesia Industry and Technology Cooperation Center (KITC).

Proyek Establishment of Human Resource Development (HRD) System for Ppuri Technology in Indonesia merupakan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kompetensi industri di bidang Ppuri Technology, yang ditujukan untuk memperkuat kapasitas tenaga kerja serta penguasaan teknologi industri di Indonesia.

“Penguatan SDM menjadi bagian penting dalam membangun industri yang berdaya saing. Kerja sama internasional perlu memberikan manfaat nyata melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan penguasaan teknologi yang dibutuhkan industri,” kata Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangannya, dikutip Senin (14/9/2026).

Sementara itu, Direktur KITC, Ji Hyun Sung, menilai, kerja sama kedua antara Indonesia-Korea pada Ppuri Technology yang juga mencakup penguatan kapasitas tenaga kerja dan pertukaran pengetahuan, sehingga manfaatnya tidak hanya terkait penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga peningkatan kesiapan SDM dalam mengikuti perkembangan teknologi manufaktur.

“Kami melihat terdapat banyak peluang untuk memperluas kerja sama dengan Kementerian Perindustrian. Selain pengembangan teknologi dan sumber daya manusia, kami juga ingin menjajaki lebih jauh kerja sama di bidang industri hijau dan transisi energi, kendaraan listrik dan teknologi baterai, serta bidang prioritas lainnya yang menjadi perhatian Kementerian Perindustrian,” jelasnya.

Selain itu, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII), Tri Supondy, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama KITC sehingga program tersebut dapat dipersiapkan.

“Kami mengapresiasi dukungan dan kerja sama KITC sehingga program ini dapat dipersiapkan untuk dilaksanakan pada 2026–2030. Saat ini, kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti berbagai kebutuhan agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” ujar Tri Supondy.

Direktorat Jenderal (Ditjen) KPAII, sambung Tri, dalam tahap persiapan berkoordinasi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin yang merupakan pelaksana program untuk menindaklanjuti sejumlah kebutuhan, termasuk penyelesaian perjanjian hibah dan penetapan lokasi pelaksanaan. Selain itu, BPSDMI juga aktif berkomunikasi dengan Korea National Ppuri Industry Center (KPIC) sebagai mitra pelaksana dari Korea Selatan.

Dirjen KPAII dan Direktur KITC juga membahas terkait perlunya memperjelas perkembangan terkini program tersebut serta peluang tindak lanjut dengan pihak Korea agar sesuai dengan kebutuhan dan prioritas pengembangan industri Indonesia. KITC juga mengungkapkan keinginannya untuk memperluas kerja sama dengan Kementerian Perindustrian pada sejumlah bidang strategis.

Indonesia diharapkan memiliki SDM industri yang semakin siap menguasai teknologi dasar manufaktur, meningkatkan kualitas proses produksi, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang lebih maju dengan adanya kerja sama ini. Dalam jangka lebih luas, penguatan kompetensi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan teknologi dan daya saing industri manufaktur Indonesia. (Fi Yun)