
NIKEL.CO.ID, MOROWALI – PT Huayue Nickel Cobalt (Indonesia) meraih Juara I dalam kompetisi Ruang Terbuka Hijau yang diselenggarakan Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) pada 11–15 Juni 2026. Kompetisi tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema “Shaping the Future with Green Industry”.
Melalui keterangan pers yang diterima Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Senin (6/7/2026), penghargaan diraih oleh Departemen Tanggap Darurat–Seksi Penghijauan PT Huayue Nickel Cobalt (Indonesia) setelah dinilai berhasil menghadirkan kawasan hijau yang inovatif dan berkelanjutan di lingkungan operasional perusahaan. Atas pencapaian tersebut, Huayue menerima trofi emas dan sertifikat penghargaan yang diserahkan oleh Direktur Keberlanjutan Lingkungan IMIP, Dermawati S.
Kompetisi ini menilai berbagai aspek, mulai dari tingkat keberhasilan penghijauan, kualitas pemeliharaan tanaman, inovasi desain, integrasi dengan perlindungan lingkungan industri, hingga penerapan konsep ekonomi sirkular. Berdasarkan hasil penilaian terhadap kualitas lanskap, inovasi, dan efektivitas penerapan konsep lingkungan, Huayue ditetapkan sebagai peraih juara I.

Sejak beroperasi di kawasan IMIP, Huayue menerapkan berbagai program penghijauan sebagai bagian dari upaya mendukung operasional yang berkelanjutan. Melalui seksi penghijauan, perusahaan ini mengembangkan kawasan hijau yang disesuaikan dengan karakteristik industri pengolahan nikel, termasuk menghadapi tantangan berupa debu produksi dan kondisi tanah dengan tingkat salinitas tinggi.
Perusahaan memilih berbagai jenis tanaman tropis lokal yang memiliki ketahanan terhadap salinitas, mampu menyerap debu, serta berfungsi memperkuat struktur tanah. Tanaman tersebut membentuk sabuk hijau di sekitar area produksi dan tempat penyimpanan bahan baku untuk membantu mengurangi penyebaran debu sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan kerja.
Di kawasan perkantoran dan ruang terbuka karyawan, Huayue juga mengembangkan lanskap hijau melalui penataan pohon, semak, dan tanaman hias. Perusahaan turut menerapkan sistem irigasi yang memanfaatkan air hujan sebagai upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mendukung pembangunan rendah karbon.

Selain itu, perusahaan mengintegrasikan prinsip ekonomi sirkular dengan memanfaatkan material hasil pengolahan limbah industri yang telah memenuhi standar sebagai elemen dekoratif jalur pedestrian dan pembatas taman. Sejumlah area penghijauan juga dilengkapi jalur edukasi lingkungan yang memuat informasi mengenai pelestarian vegetasi tropis dan pengurangan emisi karbon.
Menurut panitia, trofi penghargaan menampilkan simbol kawasan industri, turbin angin, panel surya, dan ruang hijau sebagai representasi harmonisasi antara pembangunan industri dan pelestarian lingkungan.
Huayue menyatakan akan terus memperkuat pembangunan kawasan hijau di lingkungan operasional perusahaan, termasuk meningkatkan fungsi sabuk hijau sebagai pengendali debu dan konservasi tanah. Perusahaan juga berencana berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan lingkungan kepada perusahaan lain di kawasan IMIP guna mendukung terciptanya kawasan industri yang lebih hijau dan berkelanjutan. (Li Han)












































