
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Indonesia berkomitmen mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat. Tentu target ini ditopang oleh langkah-langkah strategis, salah satunya dengan meminimalkan penggunaan bahan bakar fosil ke energi terbarukan atau menggenjot penggunaak kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) atau EV dengan memperluas keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok EV nasional. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat industri manufaktur dalam negeri, meningkatkan penggunaan komponen lokal, serta mendukung percepatan transisi energi menuju ekonomi hijau.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan, pengembangan industri EV tidak hanya bergantung pada investasi perusahaan besar, tetapi juga harus memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku IKM untuk terlibat dalam rantai pasok nasional.

“Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional harus mampu memberikan manfaat yang luas bagi industri dalam negeri. Karena itu, kami terus memperkuat kemitraan antara IKM komponen otomotif dengan pelaku industri kendaraan listrik agar semakin banyak produk dan komponen lokal yang dapat terserap dalam proses produksi kendaraan listrik di Indonesia,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Jumat (12/6).
Pertumbuhan industri EV yang terus meningkat, menurutnya, perlu diimbangi dengan penguatan rantai pasok domestik guna mendukung target peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional.
“Pertumbuhan industri EV di Indonesia harus diikuti dengan penguatan rantai pasok dalam negeri untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih. Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah dan kandungan produksi dalam negeri,” pungkasnya.
Diketahui, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal I tahun 2026 mencapai 33.150 unit atau meningkat 95,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, populasi bus listrik hingga April 2026 telah mencapai 798 unit, sedangkan populasi motor listrik pada Februari 2026 tercatat sebanyak 236.451 unit atau sekitar 65% dari total populasi kendaraan listrik nasional. (Fi Yun)





































