
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Harga nikel global di London Metal Exchange (LME) pada perdagangan intraday Rabu (6/5/2026), berdasarkan pantauan redaksi, sempat menyentuh level psikologis US$20.000 per ton, sebelum bergerak terkoreksi dan terakhir berada di kisaran US$19.940 per ton.
Berdasarkan data kontrak utama nikel (03NID), level US$20.000 tersebut menjadi harga tertinggi harian (high). Namun, tekanan jual yang muncul di area puncak membuat harga tidak mampu bertahan dan kembali turun menjelang akhir sesi.

Harga terakhir tercatat di US$19.940 per ton, menguat 305 poin atau 1,55% dibandingkan posisi sebelumnya. Sementara itu, level terendah harian (low) berada di US$19.555 per ton, sehingga rentang pergerakan intraday mencapai US$445 per ton—mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi dalam satu hari perdagangan.
Dari sisi aktivitas pasar, volume transaksi tercatat sebanyak 4.275 lot, menunjukkan likuiditas yang relatif aktif seiring pergerakan harga yang dinamis.

Secara pergerakan, grafik intraday memperlihatkan tren kenaikan yang cukup tajam sejak awal sesi hingga menembus level US$20.000. Namun setelah itu, harga mengalami koreksi dan bergerak fluktuatif di bawah level tersebut, mengindikasikan adanya aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar di area resistance kuat.
Secara teknikal, level US$20.000 per ton kini menjadi resistance psikologis jangka pendek yang krusial. Kegagalan harga untuk bertahan di atas level tersebut menunjukkan bahwa momentum kenaikan masih menghadapi tekanan, meskipun tren penguatan masih terlihat dalam jangka pendek.
Dengan posisi harga yang bertahan di kisaran US$19.900 per ton dan volatilitas yang tetap tinggi, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati potensi uji ulang terhadap level US$20.000, sekaligus mengantisipasi arah pergerakan lanjutan nikel dalam waktu dekat. (Shiddiq)













































