Beranda Berita International ICMCE 2026: Antiwear Klaim Teknologi Pelapisan FS54 Perpanjang Umur Pakai Peralatan Pengolahan...

ICMCE 2026: Antiwear Klaim Teknologi Pelapisan FS54 Perpanjang Umur Pakai Peralatan Pengolahan Mineral Kritis

59
0
Presiden Divisi Bisnis Internasional Antiwear, Changsong Deng (Foto: MNI/Tubagus)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Teknologi pelapisan (coating) menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan keandalan peralatan pada industri pengolahan mineral kritis. 

Hal tersebut disampaikan Presiden Divisi Bisnis Internasional Antiwear, Changsong Deng, dalam Indonesia Critical Minerals Conference & Expo (ICMCE) 2026, yang diselenggarakan Shanghai Metals Market (SMM) dan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Jumat (5/6/2026).

Dalam paparannya, Deng menjelaskan, tantangan utama dalam pengolahan mineral kritis, seperti titanium, magnesium, dan kobalt, terletak pada kondisi operasional yang sangat ekstrem, mulai dari lingkungan asam, tekanan tinggi, hingga suhu yang dapat mencapai 250-275 derajat Celsius.

“Pada aplikasi mineral kritis, terdapat kondisi operasi yang sangat berat. Kami menemukan masalah utama yang sering terjadi adalah jamming dan kebocoran internal (internal leakage) pada peralatan,” ujarnya pada acara yang berlangsung selama tiga hari itu.

Hasil riset Antiwear, dengan nada yakin, menunjukkan bahwa kerusakan tersebut disebabkan oleh penetrasi cairan asam melalui pori-pori lapisan pelindung yang kemudian merusak material dasar peralatan. Dengan coating konvensional berbahan titanium dioksida maupun kromium oksida memang memiliki tingkat kekerasan tinggi, tetapi masih memiliki porositas yang memungkinkan cairan asam masuk ke lapisan bawah.

“Karena porositas pada coating, asam dapat masuk melalui rongga-rongga kecil dan mencapai material dasar. Pada temperatur tinggi, kondisi ini menyebabkan degradasi material dan pada akhirnya lapisan pelindung dapat terlepas dari permukaan,” paparnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Antiwear mengembangkan teknologi pelapisan yang diberi nama FS54. Teknologi ini diklaim memiliki tingkat porositas yang mendekati nol sehingga mampu memberikan perlindungan lebih baik terhadap korosi dan keausan.

“FS54 memiliki tingkat keausan kromium di bawah 0,1 milimeter per tahun, kekerasan lebih dari 840 HV, serta porositas yang hampir nol,” katanya.

Karakteristik tersebut, katanya melanjutkan, membuat cairan proses lebih sulit menempel pada permukaan coating sehingga risiko kerusakan akibat korosi dapat ditekan secara signifikan.

“Porositas yang hampir nol berarti lapisan coating dan lapisan bonding dapat terlindungi secara sempurna,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga memaparkan perkembangan Antiwear yang didirikan pada 2007. Perusahaan tersebut kini memiliki dua fasilitas produksi di wilayah Suzhou, China, dengan total area pabrik sekitar 100.000 meter persegi. Antiwear secara konsisten mengalokasikan sekitar 10% investasi perusahaan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D).

“Lebih dari 10% investasi kami dialokasikan untuk proyek penelitian dan pengembangan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pendapatan perusahaan meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari sekitar US$100 juta pada awal pengembangan bisnis, pendapatan Antiwear mencapai sekitar US$460 juta pada tahun lalu.

Melalui inovasi teknologi coating tersebut, Antiwear berharap dapat mendukung peningkatan efisiensi dan keandalan peralatan pada sektor pengolahan mineral kritis yang saat ini menjadi salah satu fokus pengembangan industri global. (Shiddiq)