
NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Harga nikel Indonesia berdasarkan Indeks Harga Nikel Indonesia alias Indonesia Nickel Price Index (INPI), yang dirilis oleh Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) bersama Shanghai Metals Market (SMM), pada 8 Juni 2026, menunjukkan pergerakan yang relatif beragam. Dibandingkan INPI 2 Juni 2026, harga bijih nikel tetap stabil, sementara sebagian produk hilir mengalami koreksi.
Data terbaru memperlihatkan bahwa harga bijih nikel kadar 1,2% (CIF) masih bertahan di level rata-rata US$30,5/mt, tidak berubah dibandingkan pekan sebelumnya. Begitu pula dengan bijih nikel kadar 1,6% (CIF) yang tetap berada di level US$76,3/mt setelah sebelumnya mengalami penurunan pada awal Juni.
Di sektor hilir, nickel pig iron (NPI) mengalami pelemahan tipis dari US$147,71/mt menjadi US$147,64/mt atau turun US$0,07/mt. Sementara itu, koreksi lebih besar terjadi pada produk bahan baku baterai. Harga high-grade nickel matte (HGNM) turun dari US$17.408/mt menjadi US$17.430/mt, tetapi berdasarkan kolom perubahan harian pada INPI 8 Juni, pasar masih menunjukkan tekanan dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pada pekan ini mixed hydroxide precipitate (MHP) turun dari US$17.285/mt menjadi US$17.341/mt berdasarkan data indeks terbaru. Meski angka nominal masih lebih tinggi dibanding rilis 2 Juni, indikator perubahan pada INPI 8 Juni menunjukkan tren pelemahan harian yang masih membayangi pasar bahan baku baterai nikel.

Perbandingan Harga INPI 2 Juni 2026 dan 8 Juni 2026
| PRODUK | 2 JUNI 2026 | 8 JUNI 2026 | KETERANGAN |
| Bijih Nikel 1,2% (CIF) | US$30,5/mt | US$30,5/mt | Stabil |
| Bijih Nikel 1,6% (CIF) | US$76,3/mt | US$76,3/mt | Stabil |
| NPI (FOB) | US$147,71/mt | US$147,64/mt | Turun US$0,07/mt |
| HGNM (FOB) | US$17.408/mt | US$17.430/mt | Naik US$22/mt |
| MHP (FOB) | US$17.285/mt | US$17.341/mt | Naik US$56/mt |
Stabilnya harga bijih nikel menunjukkan keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan smelter domestik. Permintaan terhadap bijih saprolit berkadar tinggi masih cukup terjaga seiring aktivitas produksi NPI dan feronikel yang tetap berlangsung normal.
Di sisi lain, pelemahan tipis NPI mengindikasikan bahwa pasar baja nirkarat global masih bergerak hati-hati. Permintaan dari sektor stainless steel, khususnya di China, belum menunjukkan peningkatan signifikan sehingga ruang penguatan harga NPI masih terbatas.
Untuk sektor baterai, pergerakan HGNM dan MHP mencerminkan dinamika pasar yang masih dipengaruhi oleh perkembangan industri kendaraan listrik global. Permintaan bahan baku baterai berbasis nikel masih menghadapi tantangan dari meningkatnya penggunaan baterai berbasis lithium ferro phosphate (LFP) yang lebih murah dan tidak membutuhkan kandungan nikel tinggi.
Selain itu, pasar juga masih mencermati perkembangan harga nikel di bursa global serta kebijakan produksi Indonesia yang tetap menjadi penentu utama keseimbangan pasokan dunia. Sebagai produsen nikel terbesar dunia, Indonesia masih memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan harga bahan baku maupun produk hilir nikel.
Secara keseluruhan, INPI 8 Juni 2026 menunjukkan kondisi pasar yang relatif stabil pada sisi bahan baku, sementara produk hilir masih bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan permintaan global, terutama dari sektor baja nirkarat dan baterai kendaraan listrik. Situasi ini menandakan bahwa pasar nikel masih berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami volatilitas cukup tinggi sepanjang semester pertama 2026. (Li Han)





































