Beranda Berita Nasional Menhut Raja Juli Perkuat Pengendalian Karhutla Jelang Puncak El Nino September

Menhut Raja Juli Perkuat Pengendalian Karhutla Jelang Puncak El Nino September

100
0
Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni (Foto: MNI/Tebe)
https://events.apni.or.id/en/event/icmfldn26

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, memastikan, pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat menghadapi puncak El Nino yang berlangsung pada September. Pemerintah mengoptimalkan sejumlah upaya, mulai dari operasi modifikasi cuaca (OMC), waterbombing, hingga pengerahan satuan tugas (satgas) darat.

“Teman-teman bekerja keras, OMC bergerak, waterboombing bergerak. Tapi, dari segi nature-nya kita belum keluar dari ancaman El Nino ini. Indonesia belum aman. Saya katakan tadi September ini adalah bulan perjuangan, ladang perjuangan kita,” ujar Raja Juli, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Menhut menjelaskan, OMC dilakukan di wilayah yang memiliki potensi awan hujan, termasuk daerah yang belum mengalami karhutla. Langkah tersebut bertujuan menjaga kelembapan dan tinggi muka Air Tanah sehingga dapat mengurangi potensi terjadinya kebakaran hutan.

“Saya sudah sepakat dengan Kepala BNPB untuk melakukan operasi modifikasi cuaca di mana pun. Di kabupaten mana pun yang memiliki potensi awan seman, awan hujan, meskipun nanti di satu tempat tidak kena karhutla tapi ada potensi awan hujan di sana, kita tetap melakukan operasi supaya tetap ada pelembapan, tetap menjaga tinggi muka air tanah sehingga mengurangi potensi akan terjadinya kebakaran hutan,” katanya.

Selain OMC, pemerintah mengerahkan waterbombing untuk mendukung pemadaman dari udara. Dia mengatakan, berbagai kekuatan yang memungkinkan untuk melakukan pemadaman akan digunakan secara optimal, termasuk dukungan pesawat tambahan.

“Kedua adalah waterbombing itu penting sekali karena pemerintah sudah menyerahkan 53 Satgas Udara melakukan patroli maupun melakukan OMC serta untuk melakukan waterbombing. Saya membaca dari media, dari Pak Menhan akan ada bantuan dari Jepang dan akan ada pesawat sewa yang akan datang juga dari Rusia yang akan masuk ke Sumsel di minggu-minggu ini disewa oleh BNPB. Jadi, apa pun kekuatan yang memang memungkinkan kita untuk melakukan pemadaman karhutla ini akan dilakukan secara optimal,” paparnya.

Di tingkat lapangan, Satgas Darat menjadi bagian penting dalam pemadaman karhutla. Berdasarkan evaluasi di Sumatera Selatan, Menhut menyebut satgas darat mampu memadamkan area yang lebih luas dibandingkan waterbombing.

“Ketiga, tentu Satgas Darat. Bahkan, kemarin temuan di Sumsel, evaluasi satu hari Satgas Darat ini jauh lebih efektif memadankan api berbanding waterbombing. Satgas Waterbombing itu hanya bisa memadankan 2,5 hektare, sedangkan Satgas Darat mampu memadamkan 12,5 hektare,” ungkapnya.

Setelah itu, sambungnya, ada TNI, Polri, BNPB di bawah, Damkar, dan Manggala Agni Kemenhut. Semua itu menjadi tulang punggung ketika OMC tidak ada, ketika potensi awan hujan tidak ada, waterbombing tetap dilakukan. Tetapi, sekali lagi kalau dianggap tidak efektif, pasukan darat ini akan menjadi tulang punggung untuk pemadaman.

Dia menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam pengendalian karhutla. Tren karhutla dalam satu bulan terakhir menunjukkan perbaikan, tetapi pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi September sebagai periode puncak El Nino.

“Bagaimana kita punya kesadaran kolektif terkait masyarakat, bagaimana aktivitas penduduk agar tiga komponen ini berjalan sehingga September nanti di puncak karhutla kita akan terhindar dari malapetaka karhutla seperti pada 2015. Alhamdulillah, perjuangan satu bulan ini untuk mengontrol karhutla trennya membaik,” pungkasnya. (Tubagus)