
NIKEL.CO.ID, JAKARTA — September ceria ternyata tidak berlaku bagi komoditas nikel. Harga mineral acuan (HMA) nikel yang baru saja dilepas memasuki September 2026 ini terlihat ada koreksi alias turunnya harga nikel. Berdasarkan data Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), HMA nikel September 2026 Periode 1 (P1) ditetapkan sebesar US$16.733,33/wmt, turun US$226,67/wmt dibandingkan Agustus 2026 Periode 2 (P2) yang berada di level US$16.960/wmt.
Ini memang kabar tidak mengembirakan bagi industri nikel. Setelah mengalami penguatan pada Agustus P2, HMA nikel kembali bergerak turun memasuki periode pertama September.
Koreksi HMA tersebut juga tercermin dalam penyesuaian harga patokan mineral (HPM) bijih nikel. Berdasarkan tabel HPM September 2026 P1, harga bijih nikel turun pada seluruh kadar, baik untuk kategori MC 30% (FOB) maupun MC 35% (FOB).
Sebagaimana diketahui formula HPM tetap mengacu pada Kepmen ESDM No. 144.K/MB.01/MEM.B/2026, sedangkan pengolahan HPM dalam tabel September P1 menggunakan Kepmen ESDM No. 348.K/MB.01/MEM.B/2026.

HMA Nikel Turun US$226,67/wmt
Perubahan HMA dari Agustus P2 ke September P1 menunjukkan pembalikan arah setelah harga acuan sebelumnya meningkat. Pada Agustus 2026 P2, HMA nikel berada di US$16.960/wmt. Memasuki September P1 harga tak kuat lagi menanjak, nilainya menjadi US$16.733,33/wmt.
Perubahan tersebut menjadi perhatian karena HMA merupakan salah satu komponen penting dalam penetapan HPM bijih nikel. Ketika HMA mengalami penurunan, nilai HPM yang dihitung berdasarkan formula yang berlaku juga mau tak mau ikut menyesuaikan.
HPM Bijih Nikel Ikut Terkoreksi
Penurunan HMA September P1 tercermin pada seluruh tingkatan kadar bijih yang tercantum dalam tabel HPM. Untuk kategori MC 30% (FOB/wmt), harga bijih kadar 1,1% turun dari US$44,88/wmt pada Agustus P2 menjadi US$44,53/wmt pada September P1. Sementara itu, bijih kadar 1,8% turun dari US$80,62/wmt menjadi US$79,79/wmt. Dengan demikian, semakin tinggi kadar nikel, semakin besar pula penurunan nominal HPM yang terjadi.

Perbandingan harga MC 30% (FOB/wmt)
| KADAR BIJIH NIKEL | CF | Agustus P2 | September P1 | KETERANGAN |
| 1,10% | 25% | US$44,88 | US$44,53 | Turun US$0,35 |
| 1,20% | 26% | US$49,27 | US$48,86 | Turun US$0,41 |
| 1,30% | 27% | US$53,90 | US$53,43 | Turun US$0,47 |
| 1,40% | 28% | US$58,77 | US$58,23 | Turun US$0,54 |
| 1,50% | 29% | US$63,88 | US$63,27 | Turun US$0,61 |
| 1,60% | 30% | US$69,22 | US$68,54 | Turun US$0,68 |
| 1,70% | 31% | US$74,80 | US$74,05 | Turun US$0,75 |
| 1,80% | 32% | US$80,62 | US$79,79 | Turun US$0,83 |
Dari harga tersebut erlihat bahwa perubahan terjadi secara konsisten pada seluruh kadar. Bijih dengan kadar 1,1% mengalami penurunan paling kecil secara nominal, yakni US$0,35/wmt. Sementara itu, penurunan terbesar terjadi pada kadar 1,8%, yang berkurang US$0,83/wmt.
Dengan kata lain, tidak terdapat kadar bijih dalam kategori MC 30% yang mengalami kenaikan pada September P1 dibandingkan Agustus P2.
Harga MC 35% Juga Mengalami Penurunan
Pola serupa terjadi pada kategori MC 35% (FOB/wmt). Seluruh harga yang tercantum dalam tabel September P1 berada di bawah posisi Agustus P2.
Untuk kadar 1,1%, HPM turun dari US$41,68/wmt menjadi US$41,35/wmt. Pada kadar tertinggi 1,8%, harga bergerak dari US$74,86/wmt menjadi US$74,09/wmt.
Perbandingan Harga MC 35% (FOB/wmt)
| KADAR BIJIH NIKEL | CF | Agustus P2 | September P1 | KETERANGAN |
| 1,10% | 25% | US$41,68 | US$41,35 | Turun US$0,33 |
| 1,20% | 26% | US$45,76 | US$45,37 | Turun US$0,39 |
| 1,30% | 27% | US$50,05 | US$49,61 | Turun US$0,44 |
| 1,40% | 28% | US$54,57 | US$54,07 | Turun US$0,50 |
| 1,50% | 29% | US$59,31 | US$58,75 | Turun US$0,56 |
| 1,60% | 30% | US$64,28 | US$63,64 | Turun US$0,64 |
| 1,70% | 31% | US$69,46 | US$68,76 | Turun US$0,70 |
| 1,80% | 32% | US$74,86 | US$74,09 | Turun US$0,77 |
Pada kategori ini, penurunan terendah terjadi pada bijih kadar 1,1%, yakni sebesar US$0,33/wmt; sedangkan kadar 1,8%mencatat koreksi paling besar, yaitu US$0,77/wmt.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa perubahan HMA September P1 memberikan dampak yang relatif seragam terhadap seluruh jenjang kadar bijih nikel.

Seluruh Kadar Nikel Bergerak Turun
Jika Agustus P2 menjadi periode kenaikan harga HMA sekaligus HPM, maka September P1 menunjukkan kondisi sebaliknya. Tidak hanya HMA yang terkoreksi, seluruh harga bijih yang tercantum dalam dua skema metal content juga mengalami penurunan.
Pada MC 30%, penurunan HPM berada dalam rentang US$0,35-US$0,83/wmt. Adapun pada MC 35%, koreksi berada pada kisaran US$0,33-US$0,77/wmt.
Besarnya penurunan secara nominal meningkat mengikuti kadar bijih. Hal ini terlihat dari selisih antara harga Agustus P2 dan September P1 pada kadar 1,1% hingga 1,8%.
Dengan HMA September P1 yang lebih rendah US$226,67/wmt, penyesuaian tersebut kemudian tercermin dalam harga patokan bijih yang menjadi salah satu acuan transaksi komoditas nikel domestik.

Dampak pada Harga Bijih Nikel
Bagi pelaku usaha pertambangan dan pengolahan nikel, perubahan HPM menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan harga komoditas di dalam negeri.
Pada September P1, seluruh harga HPM mengalami penyesuaian turun. Untuk MC 30%, harga tertinggi pada kadar 1,8% berada di US$79,79/wmt, sedangkan pada MC 35% berada di US$74,09/wmt. Jika dibandingkan dengan Agustus P2, masing-masing mengalami penurunan US$0,83/wmt dan US$0,77/wmt.
Sementara pada kadar 1,1%, harga September P1 berada di US$44,53/wmt untuk MC 30% dan US$41,35/wmt untuk MC 35%.
Perbedaan harga antara MC 30% dan MC 35% tersebut tetap menunjukkan adanya penyesuaian berdasarkan metal content sebagaimana tercantum dalam formula HPM.

September Dibuka dengan Perubahan Harga
Penetapan HMA September 2026 P1 sebesar US$16.733,33/wmt menandai awal bulan dengan pergerakan harga yang lebih rendah dibandingkan Agustus P2.
Koreksi sebesar US$226,67/wmt juga diikuti penurunan HPM di semua kadar bijih dan pada kedua kategori MC. Pada MC 30%, penurunan berkisar US$0,35-US$0,83/wmt, sementara MC 35% terkoreksi US$0,33-US$0,77/wmt.
Meski demikian, posisi HMA September P1 masih lebih tinggi dibandingkan Agustus P1. Hal ini menunjukkan bahwa secara berurutan, harga nikel belum sepenuhnya kehilangan kenaikan yang terjadi pada periode sebelumnya. Pergerakan HMA dan HPM selanjutnya akan menjadi perhatian pelaku industri, terutama dalam melihat bagaimana harga acuan nikel bergerak pada periode berikutnya. (Li Han)









































