Beranda Berita Nasional BRIN dan Minviro Dorong Penguatan LCA untuk Tingkatkan Daya Saing Industri Nikel...

BRIN dan Minviro Dorong Penguatan LCA untuk Tingkatkan Daya Saing Industri Nikel Indonesia

Senior Sustainability Scientist Minviro, Irdanto Saputra Lase (Foto: Li Han)
Oleh Lili Handayani

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Minviro mendorong peningkatan kapasitas industri Indonesia dalam menerapkan penilaian siklus hidup atau life cycle assessment (LCA) untuk memperkuat daya saing rantai pasok nikel, khususnya di tengah meningkatnya tuntutan regulasi keberlanjutan di pasar global.

Hal tersebut mengemuka dalam workshop capacity building yang membahas sektor mineral kritis dan transisi energi, dengan fokus pada rantai pasok nikel sebagai salah satu bahan baku utama baterai ion litium (lithium-ion). Senior Sustainability Scientist Minviro, Irdanto Saputra Lase, mengatakan, lokakarya atau workshop tersebut menjadi bagian dari kerja sama Minviro dan BRIN untuk meningkatkan pemahaman mengenai LCA serta dampak lingkungan dari produk berbasis nikel.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Minviro bekerja sama dengan BRIN untuk menjalankan workshop capacity building terkait rantai pasok nikel yang menjadi bahan baku utama untuk baterai lithium-ion,” ujar Irdanto, di Jakarta, Rabu (27/8/2026).

Menurut dia, penerapan LCA penting untuk memahami dampak lingkungan sepanjang rantai pasok, terutama terhadap produk baterai yang akan diproduksi di Indonesia, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun pasar ekspor.

Nikel, katanya menjelaskan, tidak hanya digunakan sebagai bahan baku baterai, tetapi juga memiliki aplikasi penting dalam industri baja nirkarat (stainless steel). Minviro baru saja menyelesaikan studi mengenai rantai pasok nikel untuk industri baja nirkarat dan turut membahas hasil kajian tersebut dalam workshop.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Rantai pasok baja nirkarat ini memiliki risiko finansial untuk ekspor terhadap Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM),” katanya menjelaskan.

Ia menilai, kedua sektor, baterai dan stainless steel, sama-sama menghadapi tuntutan keberlanjutan yang semakin kuat. Produk baterai akan berhadapan dengan regulasi baterai, sementara produk baja nirkarat yang masuk dalam cakupan perdagangan ke Eropa menghadapi tantangan finansial seperti CBAM. Karena itu, penerapan LCA dinilai tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk menjaga akses pasar dan meningkatkan daya saing industri Indonesia.

“Harapannya, di kemudian hari teman-teman di industri Indonesia bisa semakin kompetitif, meningkatkan market access, dan mendapatkan kepercayaan investor untuk mendapatkan pendanaan proyek,” tuturnya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Sementara itu, Head of Research Center for Sustainable Industrial and Manufacturing Systems BRIN, Nugroho Adi Sasongko, mengatakan, kegiatan tersebut relevan dengan agenda pemerintah yang tengah mendorong industrialisasi dan hilirisasi, terutama pada sektor mineral kritis.

Menurut Nugroho, kerja sama dengan Minviro berawal dari komunikasi untuk menghadirkan sesi berbagi pengetahuan dan berpotensi dilanjutkan dengan sejumlah aktivitas bersama di masa mendatang.

“Workshop ini menarik karena sekarang pemerintah juga sedang giat-giatnya melakukan aktivitas industrialisasi dan downstreaming, khususnya terkait critical minerals,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut Minviro turut membawa sejumlah studi kasus serta menyampaikan informasi mengenai benchmark jejak lingkungan (environmental footprint) industri nikel di dunia. Materi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai posisi industri Indonesia dibandingkan dengan perkembangan industri global. (Li Han)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Liputan Khusus Hilirisasi & Smelter Nikel →

  1. BRIN Siapkan Riset Terintegrasi untuk Dukung Hilirisasi Industri Energi
  2. Dewan Energi Nasional Dorong Hilirisasi Nikel untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia
  3. Satgas Hilirisasi Percepat Investasi, Bantu Atasi Hambatan Proyek
  4. Rantai Pasok Nikel dan Industri Baterai Nasional Perlu Terintegrasi
  5. Krakatau Steel Mulai Merambah ke Hilirisasi Nikel
  6. BRIN dan Minviro Dorong Penguatan LCA untuk Tingkatkan Daya Saing Industri Nikel Indonesia sedang Anda baca

Agenda industri terdekat

Semua agenda →