Beranda Berita Nasional Ketum APNI: Indonesia tak Cukup Jadi Produsen Nikel, Harus Hasilkan Produk Akhir

Ketum APNI: Indonesia tak Cukup Jadi Produsen Nikel, Harus Hasilkan Produk Akhir

Ketua Umum APNI, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Nanan Soekarna (Foto: MNI/Fi Yun)
Oleh Fithrotul Uyun

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Produksi nikel Indonesia dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi maupun kapasitas peleburan, tetapi perlu diarahkan hingga menghasilkan produk akhir bernilai tambah tinggi di dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Komjen Pol. (Purn.) Drs. Nanan Soekarna, mengatakan, Indonesia perlu memilih variabel strategis yang menjadi fokus utama dalam pengembangan ekonomi dan industri nikel. Salah satu prinsip yang ditekankan adalah pentingnya menjaga keberlanjutan ekonomi dengan tidak membangun pertumbuhan industri di atas ketergantungan terhadap utang.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Anda meminta saya memilih satu variabel yang paling penting, bukan? Baik dalam perekonomian, pasar, dan sebagainya. Jawaban saya adalah jangan hidup dalam utang,” kata Nanan dalam acara International Battery Summit, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Ia menilai, Indonesia belum sepenuhnya memiliki posisi sebagai pemimpin dalam industri global, meskipun negara ini memiliki sumber daya nikel yang besar dan telah berkembang menjadi salah satu pemain utama dalam produksi nikel dunia.

“Indonesia bukanlah pemimpin baru atau pemimpin berikutnya yang sangat kuat. Selama ini kita belum banyak memiliki peran sebagai pemimpin,” ujarnya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Karena itu, tantangan Indonesia ke depan bukan hanya mempertahankan posisi sebagai produsen nikel terbesar, tetapi juga meningkatkan kemampuan dalam menghasilkan produk akhir di dalam negeri.

“Hal yang dibutuhkan Indonesia bukan hanya nikel, melainkan produk akhir yang dihasilkan di Indonesia,” tuturnya.

Keberhasilan industri nikel, menurut dia, tidak semata-mata dilihat dari besarnya volume produksi atau kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Indonesia perlu memastikan bahwa sumber daya mineral yang dimiliki mampu dikonversi menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

“Jadi, bukan sekadar menjadi yang terbesar dalam perekonomian atau menghasilkan volume ekonomi yang besar, tetapi kita membutuhkan negara ini untuk mampu menghasilkan produk akhirnya sendiri dan harus lebih baik,” jelasnya.

Pengembangan industri nikel Indonesia saat ini dinilai masih menghadapi tantangan karena sebagian aktivitas hilirisasi masih berfokus pada tahap peleburan atau produksi bahan antara yang kemudian diekspor.

“Karena saat ini Indonesia pada dasarnya masih hanya menjadi tempat peleburan atau smelter untuk kemudian mengekspor hasilnya,” pungkasnya.

Oleh karena itu, penguatan industri hilir dinilai menjadi langkah penting agar Indonesia tidak berhenti pada penguasaan sumber daya dan kapasitas produksi bahan mentah maupun setengah jadi. Pengembangan produk akhir di dalam negeri diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global. (Fi Yun)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Topik Nanan Soekarna →

  1. ICM Forum 2026: Indonesia Membawa Mineral Kritis ke Panggung Dunia
  2. Hadir dalam CPI Forum 2026, Ketua Umum APNI Tekankan Pentingnya Kolaborasi
  3. Ketum APNI Hadiri HUT Ke-36 Perhapi
  4. Ketum APNI: Indonesia tak Cukup Jadi Produsen Nikel, Harus Hasilkan Produk Akhir sedang Anda baca
  5. APNI Golf Tournament 2026: Ajang Bangun Networking dan Kebersamaan
  6. ICMC 2026: Tidak ada Negara yang Dapat Membangun Masa Depan Sendirian

Agenda industri terdekat

Semua agenda →