Beranda Korporasi Sosiliasasikan Bahaya Debu di Area Kerja, EHSS Insight KNI Ajak Karyawan Peduli...

Sosiliasasikan Bahaya Debu di Area Kerja, EHSS Insight KNI Ajak Karyawan Peduli Kesehatan Diri

79
0

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Pekerja di pertambangan nikel harus menjaga tubuhnya tetap fit dan mencegah beragam risiko yang dapat membahayakan dirinya dan lingkungan kerjanya. Di area pertambangan nikel, debu menjadi salah satu bahaya bagi kesehatan kerja yang perlu mendapat perhatian serius, baik pada kegiatan pembukaan lahan, penggalian, pengangkutan bijih, crushing, stockpile, maupun aktivitas jalan tambang.

Debu di tambang nikel dapat menimbulkan gangguan saluran pernapasan. Debu yang terhirup berulang kali dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Paparan jangka panjang terhadap debu respirabel dapat meningkatkan risiko penyakit paru. Bahaya tidak hanya ditentukan oleh jumlah debu, tetapi juga kandungannya. Debu dari material tambang dapat mengandung berbagai mineral dan, pada kondisi tertentu, unsur yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan.

Debu yang beterbangan di jalan angkut dapat mengurangi visibilitas operator. Menurunkan jarak pandang dan keselamatan kerja. Kondisi seperti ini meningkatkan risiko tabrakan antara dump truck, alat berat, kendaraan ringan, maupun pekerja.

Masyarakat sekitar tambang juga dapat merasakan dampak bahaya debu jika pengendalian debu tidak baik. Saat tertiup atau terbawa angin keluar dari wilayah operasi, partikel debu dapat mengganggu permukiman, kebun, sumber air, serta aktivitas masyarakat.

PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI) adalah perusahaan yang mengolah bijih nikel kadar rendah (limonit) dengan teknologi high pressure acid leach (HPAL) menghasilkan produk utama berupa mixed hydroxide precipitate (MHP). Perusahaan ini berkomitmen penuh menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Karena itu, Department of Environment, Health, Safety & Security (EHSS) PT Kolaka Nickel Indonesia kembali melaksanakan kegiatan EHSS Insight yang disosialisasikan kepada seluruh departemen di lingkungan perusahaan ini.

Terkait dengan upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kepedulian seluruh karyawan terhadap risiko paparan debu di lingkungan kerja, Departemen EHSS kali ini melakukan sosialisasi bahaya paparan debu dengan tema “Bahaya Debu di Area Kerja”.

“Debu industri sering kali tidak terlihat secara kasat mata, namun dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan apabila terhirup secara terus-menerus. Paparan debu dalam jangka pendek dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, hingga saluran pernapasan,” begitu diungkapkan dalam siaran pers yang diterima Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), Rabu (12/8/2026).

Sementara itu, paparan dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius seperti penurunan fungsi paru-paru, penyakit paru kronis (pneumokoniosis/silikosis), keracunan logam berat, bahkan meningkatkan risiko kecelakaan kerja akibat berkurangnya jarak pandang di area yang berdebu.

Melalui kegiatan Sosialisasi EHSS Insight ini, perusahaan mengajak seluruh karyawan untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri maupun rekan kerja dengan selalu menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, memastikan ventilasi kerja berfungsi dengan baik, menjaga kebersihan area kerja, serta mengikuti pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Langkah-langkah sederhana tersebut merupakan bentuk investasi penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang,” sambung rilis Departeman EHSS itu.

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bukan hanya menjadi tanggung jawab Departemen EHSS, melainkan tanggung jawab bersama seluruh insan perusahaan. Budaya kerja yang aman hanya dapat terwujud apabila setiap individu memiliki kepedulian untuk mengenali bahaya, mematuhi prosedur kerja, dan saling mengingatkan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Melalui sosialisasi EHSS Insight, diharapkan setiap karyawan semakin memahami bahwa setiap napas yang kita hirup memiliki arti penting bagi kesehatan dan masa depan kita. Mari bersama-sama membangun budaya kerja yang lebih sehat dengan meningkatkan kesadaran terhadap bahaya debu, menerapkan pengendalian risiko secara konsisten, serta menjadikan keselamatan dan kesehatan sebagai prioritas utama dalam setiap pekerjaan.

“Debu hari ini, penyakit pada masa depan. Lindungi diri, patuhi prosedur. Jaga kesehatan. Bekerja aman, pulang selamat.” (Li Han/Red)