Beranda Berita Nasional WIME Indonesia: TTM APNI Seri Ke-8, Perkuat Kolaborasi dan Pemahaman ESG di...

WIME Indonesia: TTM APNI Seri Ke-8, Perkuat Kolaborasi dan Pemahaman ESG di Industri Pertambangan

64
0
Hikmawati (tengah) bersama founder NBRI, Prof. Dr. Evvy Kartini (kanan) dan Sekretaris Umum APNI, Meidy Katrin Lengkey (Foto: MNI)

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Komitmen Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) dalam menghadirkan ruang pembelajaran dan kolaborasi bagi pelaku industri pertambangan kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Training to Miners (TTM) APNI Seri Ke-8, di Sasono Mulyo Ballroom, Le Méridien Hotel, Jakarta, pada 29–31 Juli 2026.

Selama tiga hari, panitia menghadirkan beragam narasumber dari pemerintah, industri, asosiasi, hingga organisasi profesi untuk membahas perkembangan regulasi, praktik keberlanjutan, dan isu-isu strategis yang menjadi perhatian sektor pertambangan nasional.

Salah satu apresiasi disampaikan oleh Hikmawati, perwakilan Women in Mining and Energy (WIME) Indonesia. Menurut dia, TTM APNI Seri Ke-8 menjadi forum yang sangat strategis. Hal tersebut dinilai mampu memperkuat kolaborasi sekaligus menyamakan pemahaman terhadap arah kebijakan dan perkembangan sektor pertambangan nasional.

“Terima kasih kepada APNI. Menurut saya, ini merupakan kegiatan yang luar biasa karena berhasil menghadirkan stakeholder penting di industri pertambangan mineral, baik dari regulator, pelaku usaha, maupun asosiasi. Forum seperti ini sangat bermanfaat untuk memperbarui wawasan kami terhadap berbagai perkembangan regulasi dan isu-isu strategis di sektor pertambangan,” ujar Hikmawati kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id), saat dijumpai diakhir acara, Jumat (31/7/2026).

Ia menambahkan, materi yang disampaikan selama tiga hari pelaksanaan kegiatan memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai isu yang saat ini menjadi perhatian industri, khususnya penerapan prinsip environment, social, and governance (ESG), keberlanjutan (sustainability), keberagaman (diversity), dan kesetaraan gender (gender equity).

Satu hal yang mendapat perhatian adalah agenda pelatihan yang dinilai sistematis dan terstruktur. Menurut dia, alur materi yang dimulai dari pembahasan regulasi, dilanjutkan dengan isu keberlanjutan, hingga pembahasan mengenai diversity pada hari terakhir membuat peserta memperoleh pemahaman yang utuh terhadap tantangan dan perkembangan industri pertambangan.

“Ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dengan materi yang begitu lengkap. Seluruh rangkaian acara tersusun sangat rapi, alur pembahasannya juga sangat baik, dimulai dari regulasi, kemudian sustainability, hingga diversity. Saya mengapresiasi APNI atas penyelenggaraan kegiatan yang berkualitas seperti ini,” tuturnya.

Melalui penyelenggaraan TTM APNI Seri Ke-8, APNI kembali menunjukkan perannya sebagai wadah pengembangan kapasitas dan pertukaran pengetahuan bagi para pelaku industri, sekaligus mendorong terwujudnya praktik pertambangan yang berkelanjutan, inklusif, dan selaras dengan perkembangan kebijakan nasional maupun global. (Li Han)

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-online-DTI-1024x341.jpg
Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah IKLAN-OK-Indomachinary-11-13-Agustus-1024x341.jpg