

NIKEL.CO.ID, TANGERANG – Hyundai menampilkan bus listrik County EV–E Nucleus pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, 30 Juli hingga 9 Agustus 2026. Setelah menyelesaikan uji coba selama tiga bulan di Transjakarta, bus listrik tersebut bersiap melanjutkan pengujian di Trans Semarang untuk mengukur performa dan efisiensi operasional pada koridor bertanjakan ekstrem maupun jalur perkotaan yang relatif datar.
“[Hal] Yang kita coba di Transjakarta adalah efisiensi kWh-nya, energinya. Nah, ada challenge lagi, kita di-challenge untuk melakukan uji coba di Semarang. Di sana kami buka forum focus group discussion dengan para operator kendaraan di Trans Semarang dan Dishub Semarang,” cerita After Sales Manager PT Samudra Teknindo Hydraumatic, Suharyadi, kepada Media Nikel Indonesia (www.nikel.co.id) di GIIAS 2026, Senin (3/8/2026).
Suharyadi menjelaskan, salah satu tantangan utama pengoperasian bus listrik di Trans Semarang berada di Koridor 4 dan Koridor 8 yang memiliki tanjakan ekstrem. Kedua koridor itu menjadi rute yang menantang bagi kendaraan listrik berukuran delapan meter sehingga perlu diuji lebih lanjut.

Salah satu keunggulan Hyundai County EV–E Nucleus terletak pada penggunaan sistem reduction gear yang membantu menyalurkan tenaga motor listrik secara lebih optimal saat kendaraan melintasi tanjakan. Berbeda dengan sebagian bus listrik yang motornya terhubung langsung ke roda, sistem tersebut memungkinkan torsi dimanfaatkan lebih maksimal pada medan yang berat.
“Kita sudah coba, kendaraan County kita itu di sana dan berjalan dengan baik. Pada saat menanjak, kita kan ada gear ratio, ada reduction gear. Motor listriknya tidak langsung ke roda. Kita punya namanya reduction gear. Jadi, kendaraannya bisa melewati tanjakan terjal,” katanya.
Selain mengandalkan kemampuan menanjak, katanya menambahkan, Hyundai County EV–E Nucleus juga memanfaatkan teknologi regenerative braking saat melintasi jalan menurun. Sistem ini memungkinkan energi yang dihasilkan ketika motor berputar kembali disimpan ke dalam baterai sehingga dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan energi selama perjalanan.

Hyundai County EV–E Nucleus dibekali baterai berkapasitas 128 kWh. Pada konfigurasi yang digunakan untuk layanan Transjakarta, bus listrik tersebut mampu mengangkut sekitar 30 orang, termasuk pengemudi.
Selain performa kendaraan, ia menilai, kompetensi pengemudi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi operasional bus listrik. Penggunaan fitur kendaraan, termasuk pengaturan regenerative braking, dinilai akan memengaruhi konsumsi energi selama bus beroperasi di lapangan.
“Challenge kita adalah training driver, bagaimana driver bisa mengefisiensi penggunaan baterai. Karena, end-nya adalah kita mau memang zero emission. Tapi, tentunya juga ramah lingkungan, juga tidak menghabiskan energi terbesar,” pungkasnya. (Tubagus)








































