Beranda Berita Nasional Investasi Hilirisasi Bergeser, Bauksit Salip Nikel pada Kuartal II 2026

Investasi Hilirisasi Bergeser, Bauksit Salip Nikel pada Kuartal II 2026

Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan P. Roeslani (Foto: Kemenko Perekonomian)
Oleh Fithrotul Uyun

NIKEL.CO.ID, JAKARTA — Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan P. Roeslani mengungkapkan adanya perubahan investasi hilirisasi. Investasi hilirisasi yang biasanya didominasi industri nikel pada kuartal II/2026 digeser oleh bauksit.

“Biasanya nikel selalu nomor satu. Nah, kali ini ada shifting, bauksit menjadi nomor satu. Ini terjadi karena ada beberapa pembangunan proyek bauksit yang dilakukan baik oleh investor dalam negeri maupun luar negeri,” kata Rosan, dalam keterangannya, dikutip Selasa (21/7/2026).

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Ia mengungkapkan, investasi untuk bauksit mencapai Rp40,1 triliun, sedangkan investasi nikel Rp29,4 triliun. Tetapi, realisasi investasi hilirisasi sepanjang semester I/2026, hilirisasi nikel masih jadi yang utama, yaitu Rp71 triliun, dan bauksit urutan kedua dengan nilai Rp53,8 triliun.

Selain itu, katanya melanjutkan, Indonesia telah memiliki rantai pasok untuk industri baterai kendaraan listrik (electric vehiclel/EV) yang relatif lengkap, sehingga hilirisasi nikel dinilai sudah masuk dalam tahap yang jauh lebih maju dibandingkan dengan komoditas yang lainnya.

“Untuk nikel memang sudah hampir memiliki ekosistem yang utuh, mulai dari nickel ore, nickel sulfate, nickel matte, cathode, anode, cell battery, battery pack, hingga recycle battery,” ujarnya.

Iklan
4Th Li On Battery Europe 2026
online petromindo
ASEAN Solar Storage Summit
11 12 Nov EV Charge Live ICE BSD
OK IKLAN 12 Nov 26 2026 SMM Annual Nickel Conf Shanghai China
Asia Intl Recycled Conference

Perubahan investasi hilirisasi tersebut menunjukkan bahwa investasi hilirisasi mulai meluas ke komoditas lain di luar nikel. Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen mempercepat pengembangan hilirisasi pada sektor lain, seperti kelapa sawit, karet, kayu, pasir silika, hingga minyak dan gas.

Diketahui, pada kuartal ke II/2026 investasi hilirisasi mencapai Rp152,7 triliun meningkat 5,7% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Dan, total tersebut hampir mencapai 30% atau 29,8% dari total realisasi investasi di triwulan kedua tahun 2026.

BKPM mencatat realisasi investasi Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, atau sekitar 49,5% dari target investasi nasional tahun ini sebesar Rp2.041,3 triliun, dan pada Triwulan II 2026, realisasi investasi tercatat sebesar Rp511,8 triliun, meningkat 7,1%. (Fi Yun)

Artikel ini berguna?

Perkembangan cerita ini

Liputan Khusus Hilirisasi & Smelter Nikel →

  1. BRIN Siapkan Riset Terintegrasi untuk Dukung Hilirisasi Industri Energi
  2. Dewan Energi Nasional Dorong Hilirisasi Nikel untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia
  3. Satgas Hilirisasi Percepat Investasi, Bantu Atasi Hambatan Proyek
  4. Rantai Pasok Nikel dan Industri Baterai Nasional Perlu Terintegrasi
  5. Krakatau Steel Mulai Merambah ke Hilirisasi Nikel
  6. Investasi Hilirisasi Bergeser, Bauksit Salip Nikel pada Kuartal II 2026 sedang Anda baca

Agenda industri terdekat

Semua agenda →