

NIKEL.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia siap memfasilitasi investasi hijau, termasuk percepatan program 100 GW solar photovoltaic (solar PV), sistem penyimpanan energi baterai (battery energy storage system/BESS), serta pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Morowali Green Industrial Park.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat bertemu Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Wang Yi, di Shanghai, Sabtu (18/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, Airlangga membahas sejumlah isu strategis, mulai dari tata kelola kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), perluasan akses perdagangan, hingga investasi, termasuk penguatan hubungan ekonomi bilateral Indonesia–Tiongkok.

“Terkait dengan investasi hijau, Indonesia siap memfasilitasi percepatan program 100 GW Solar PV dan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), serta pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Morowali Green Industrial Park,” tulis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (21/7/2026).
Dalam bidang ekonomi dan perdagangan, Menko menekankan pentingnya memperluas akses pasar bagi produk-produk ekspor Indonesia. Mengingat Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia, pemerintah juga mendorong optimalisasi potensi perdagangan bilateral melalui penyelesaian berbagai hambatan perdagangan serta penguatan kerja sama rantai pasok.

Di bidang investasi, ia kembali menawarkan penguatan kerja sama pengembangan kawasan ekonomi dan industri melalui skema two countries twin parks (TCTP). Skema tersebut merupakan kerja sama pengembangan kawasan industri antara Indonesia dan Tiongkok yang melibatkan pemerintah, kawasan industri, serta pelaku usaha kedua negara.
Melalui skema TCTP tersebut, pemerintah Indonesia mengundang perusahaan-perusahaan terkemuka Tiongkok untuk mengambil peran aktif dalam pengembangan kawasan industri dengan manufaktur maju dan ekonomi digital yang terintegrasi.

Selain membahas penguatan kerja sama perdagangan dan investasi, Menko juga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap keketuaan Tiongkok pada forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2026 di Shenzhen. Indonesia mengusulkan agar pertemuan kepala negara kedua negara dapat diselenggarakan di sela forum tersebut, sekaligus dirangkaikan dengan business summit sebagai upaya memperkuat kerja sama ekonomi dan hubungan dunia usaha Indonesia–Tiongkok.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemitraan ekonomi strategis Indonesia–Tiongkok, termasuk mendorong investasi hijau dan pengembangan ekosistem baterai yang menjadi salah satu fokus transisi energi nasional. (Tubagus)










































